Duh… Kota Bandung Belum Terbebas Banjir Cileuncang

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG— Habiskan dana ratusan juta rupiah untuk tangani banjir, Kota Bandung tetap belum bisa bebas dari cileuncang.


“Yang serius kita tangni sekarang, adalah banjir besar, bukan banjir cileuncang,” ujar Kepala Dinas Pengerjaan Umum (DPU) Kota Banung Iskandar Zulkarnaen, kepada wartawan, Senin (27/2).

Meski tidak tahu jumlah titik banjir cileuncang, namun Zul mengatakan, di titik-titik lama, cileuncang sudah tidak ada.

“Tapi memang banjir Cileuncang itu kan pindah-pindah. Penyebabnya, sampah, jadi ya di mana ada sampah yang menyumbat, pasti akan ada cileuncang,” papar Zul.

Untuk penanggulangan cileuncang, Zul mengatakan, ada tim unit reaksi cepat (URC), yang menbantu menangani.
Sementara untuk banjir besar yang ditangani, dengan mobil pompa.

“Kita kan selama ini, sudah menangani banjir di kawasan Panyileukan dan Gedebage,” tambahnya.

Namun, untuk kawasan yang belum tersentuh, seperti kawasan Cibaduyut dan Kawaluyaan, diakui Zul memang belum bisa dibilang bebas banjir.
Sementara itu, Kepala Seksi Perencanaan Jalan dan Jembatan Cecep Riksan mengatakan, Anggaran DPU memang mengalami pengurangan anggaran di Tahun 2017 ini.

“Tahun kemarin kita mendapat anggaran Rp 800 miliar dan untuk 2017 ini turun Rp 200 miliar, jadi anggaran yang Rp 600 miliar digunakan untuk semua kegiatan,” kata Cecep.

Cecep menambahkan untuk pekerjaan Kolam Retensi di tahun 2016 memang berdampak pada pengerjaan jalan sehingga agak terhambat.

“Pembangunan Kolam retensi ada dampak ke pekerjan jalan di 2016 tetapi sudah hampir 100 persen tinggal sedikit lagi dan sekarang kita fokus ke trotoar dan pengendalian banjir,dari 15 ruas titik, 7 titik dulu kita bereskan, ” jelasnya.

Untuk anggaran yang akan di gunakan di awal tahun cecep memaparkan ada 2 pagu besar yang dialokasikan untuk pembangunan dan pemeliharaan.

“Anggaran Pembangunan Rp 54,8 miliar digunakan untuk membangun retensi Sarimas di Arcamanik dan Sirnaraga sedang pada pemeliharaan sebesar Rp 72,3 miliar digunakan untuk normalisasi di sungai – sungai yang tersebar di kota Bandung yaitu Citepus, Cipamkolan, Cidurian dan Cikapundung, sedang untuk Babakan Jeruk akan dialokasikan dari CSR (Corprate Social Responsibility),” tegasnya.

Untuk bantuan provinsi, Cecep mengatakan ada tiga sungai yang mendapat bantuan pemeliharaan.

“Sedang sisanya kita sendiri yang menganggarkan. Ada bantuan provinsi untuk pemeliharaan Cipamokolan sebesar Rp 4 miliar, Citepus sebesar Rp 2 miliar dan Cidurian sebesar Rp 4 miliar yang lainnya pemerliharaan dari kita,” paparnya

Sehubungan dengan pembangunan tol air dan kolam retensi, Cecep menjelaskan, sudah ada yang masuk ke Tahap DED (Detail Egineering Design).

“Untuk Tol Air Sarimas dengan Volume 6.000 dan anggaran Rp 10 miliar sudah tahap satu DED-nya pada awal Maret akan dilelang, kolam retensinya bersifat makro Untuk pengendalian banjir makro tidak hanya banjir setempat sedang untuk Kolam Retensi Sarimas – Cidurian ada di Arcamanik dan sudah tahap 1, akan di lelang 40 hari sehingga April sudah mulai pelaksanaan,” tutup Cecep.‎ (mur)

Loading...

loading...

Feeds

Belajar Madu di Kedai Lebah

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi …

DPRD Jabar Imbau Ponpes Taati Prokes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar M. Sidkon Djampi mengimbau para santri dan pengajarnya taati protokol kesehatan Covid-19. …

Kenaikan Sanksi Prokes Terbentur Pergub

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penerapan kenaikan sanksi denda untuk pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sulit dilakukan. Musababnya, realisasi sanksi tersebut harus melakukan …