Percaya Nggak Percaya, Komunitas Ini Sebut Bandung Sebagai Pintu Gerbang Kedatangan UFO Alias Alien

Ilustrasi: YouTube

Ilustrasi: YouTube

POJOKBANDUNG.com – Jika sebagian orang masih sibuk berdebat soal kebenaran unidentified flying object (UFO), anggota UFOnesia yakin mereka ada. UFOnesia adalah komunitas anak muda pengamat UFO.


Anggota UFOnesia mengaku pernah melihat langsung makhluk asing luar angkasa yang disebut alien itu. Muhammad Irfan, misalnya, yang juga pendiri UFOnesia.

Pria 29 tahun ini menyebut di Indonesia ada satu tempat yang menjadi pintu gerbang bagi kedatangan UFO, yakni Bandung.

Kesimpulan itu tentu tak serta-merta. Irfan menuturkan, banyak pengalaman anggotanya yang melihat UFO di Bandung. Sehingga Bandung pun menjadi lokasi UFO hunting.

Terakhir, kegiatan berburu UFO di Bandung dilakukan pada 2014. Anggota UFOnesia berkumpul di suatu tempat untuk mengamati gejala langit.

Pria asli Tangerang itu menjelaskan, kegiatan tersebut tak jauh berbeda dengan stargazing. Bermodal teleskop dan kamera, mereka pasang mata mengintip UFO.

Irfan menuturkan, dalam kegiatan itu, ada anggota yang menyaksikan keanehan seperti benda langit yang berjalan zig-zag.

Sempat diduga benda zig-zag itu satelit. Anggota lain pun langsung mengecek jadwal satelit yang mungkin melintas.

”Dan nggak ada jadwal jalan. Selain itu, biasanya satelit jalannya lurus dari barat ke timur atau sebaliknya. Bukan zig-zag,” tutur pria asli Tangerang yang berkantor kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (24/2/2017).

Irfan mengaku mulai melihat UFO pada 2015. Awalnya, sama seperti kebanyakan orang, ia skeptis akan UFO dan alien.

Hingga pada suatu hari, sekitar pukul 01.00 di minggu terakhir Desember 2005, ia mendapat pengalaman tak terlupakan.

Saat itu, kata Irfan, dirinya mendapat kesempatan melihat UFO jenis black triangle secara langsung.

Kondisi langit sedang mendung kemerahan. Tak lama kemudian dia melihat secara samar benda padat dengan lampu kerlip-kerlip bergerak turun, mendekati tanah.

”Kenapa saya yakin itu benda padat? Karena saat menembus awan kumulonimbus, awan seperti terbelah dan bolong segi tiga, mengikuti benda yang menabrak,” tuturnya.

Menurutnya, benda itu bukan helikopter. Sebab, pergerakannya sangat stabil. Juga, tidak ada suara bising yang menjadi ciri khas penerbangan helikopter atau pesawat.

Dia mengatakan, tak ada orang lain yang menyaksikan fenomena itu bersamanya. Namun, ia mengklaim dapat laporan bahwa ada yang melihat fenomena yang sama.

”Fix di situ saya langsung mikir saya lihat UFO. Tapi, ini memang terserah. Percaya atau tidak, itu terserah masing-masing orang,” ungkapnya. (imn/jpnn/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …

Cinta Palsu Negeriku

‎Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menempati peringkat …