Yamaha Honda Dituding Kongkalikong, Nasib Penjualan Skuter Matic di Bandung?

Pengguna motor matic di Kota Bandung. (Riana Setiawan)

Pengguna motor matic di Kota Bandung. (Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sejumlah dealer resmi sepeda motor pabrikan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) di Kota Bandung mengaku tak terimbas putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menyebut kedua perusahaan tersebut melakukan kongkalikong untuk menetapkan harga motor skuter matik 110-125cc.


KPPU memutuskan YIMM dan AHM terbukti melakukan pelanggaran terhadap UU No 5 Pasal 5‎/1999 tentang Penetapan Harga. Kedua perusahaan itu diduga melakukan praktik kartel sesuai perkara 04/KPPU-I/2016 dan melanggar Pasal 5 Ayat (1) UU praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Sehingga YIMM didenda Rp 25 miliar dan AHM RP 22,5 miliar.

Pascaheboh kasus tersebut, penjualan dan pesanan skuter matic di beberapa cabang dealer YIMM dan AHM di Bandung tak terpengaruh. Salah satunya, dealer Yamaha JG Motor, Jalan BKR, Kota Bandung. Dalam sebulan dealer itu mampu menjual sepeda motor matik sekitar 60-70 unit.

“Isunya kan ada ditingkat nasional, jika di tingkat regional (Jawa Barat) dan lokal (Bandung) penjualan seperti biasa, tidak berpengaruh meskipun harga motor kami terbilang mahal,” ungkap Branch Manager Yamaha JG Motor, Deden Bintang kepada Radar Bandung (grup pojokbandung.com).

Deden mengaku, pasar skuter matic di Kota Bandung, khususnya yang berkapasitas 110-125cc terbilang masih stabil. Termasuk di 50 dealer di Kota Bandung. “Kalau penjualan skuter matic dari semua dealer bisa belasan ribu dalam sebulan, apalagi yang ramai diburu itu sepeda motor Mio Z, Aerok 125 LC dan Soul GT masih mendominasi penjualan,” ujarnya.

Hal serupa dikatakan pihak dealer PT AHM yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bandung. Dalam beberapa bulan terakhir penjualan motor skuter matic berkapasitas 110-125cc masih diminati konsumen. Dalam satu bulan, setidaknya 120-150 unit laku terjual.

“Itu baru satu dealer, jika di jumlah penjualan dari 40 dealer saja, skuter matic yang terjual bisa belasan sampai puluhan ribu unit. Meskipun skuter matic honda disebut-sebut mahal tapi kami punya kualitas, dan konsumen tetap ada,” jelas Supervisor PD Subur Motor, Novi Rachmati. “Kalau saya menilai ini permainan perusahaan lain, ya’ lebih kepada persaingan penjualan,” timpalnya.

Novi mengaku, dalam satu bulan setidaknya skuter matic Honda Scoopy FI, Beat dan Vario masih dominan di pesan konsumen. Bahkan, pesanan pun terkadang sampai tidak terpenuhi pihak perusahaan. “Konsumen pasti melihat kualitas dan harga. Alhamdulilah, harga sepeda motor honda masih ada peminatnya, terlepas benar atau tidaknya permainan kartel,” imbuh Novi. (arh)

Loading...

loading...

Feeds