Petisi Online Tolak Pembangunan Eks Palaguna Bandung Capai 2.017 Tanda Tangan

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Forum Warga Bandung (FWB) menghimpun petisi untuk eks Palaguna, Kawasan Alun-Alun Bandung, di laman petisi online Change.org. Hasilnya, hingga berita ini ditulis, petisi sudah menghinpun 2.017 penandatangan.


Petisi online yang dibuat tiga hari lalu itu ditujukan kepada tiga pihak, yakni Gubernur Jawa Barat, Walikota Bandung, dan DPRD Jawa Barat. Petisi menuntut eks Palaguna seluas 10.143 m2 jangan dijadikan tempat komersil.

“Warga Bandung lebih menginginkan lahan eks Palaguna tersebut dialihfungsikan menjadi ruang publik berupa hutan kota dan cagar budaya,” demikian tulis FWB di laman Change.org.

Lahan eks Palaguna merupakan aset Pemprov Jabar, sedangkan secara perizinan berada di tangan Pemkot Bandung.

Petisi tersebut menolak rencana pembangunan lahan eks Palaguna sebagai “The Bandung Icon” yang terdiri dari Mall, Hotel, dan Rumah Sakit oleh PD Jawi dan pengembang.

Petisi menekankan pentingnya pembangunan hutan kota dan cagar budaya di lahan eks Palaguna. Dengan begitu, lingkungan dan kawasan bersejarah di area Alun-alun Bandung tetap terjaga.

Disebutkan pula, jika kawasan komersil di eks Palaguna dibangun, Bandung akan semakin macet. Selain itu, kerusakan Bandung akan meningkat, jumlah limbah bertambah, berkurangnya cadangan air, pencemaran sungai Cikapundung yang melintas di lahan Palaguna, hingga peningkatan suhu udara.

Lebih lanjut, pembangunan eks Palaguna sebagai sarana komersil akan menjadikan lahan tersebut milik privat, bukan lagi milik publik. Pembangunan tidak berpihak pada rakyat, namun pada investor.

Pihak pertama yang menandatangani petisi adalah Sahabat Walhi Jabar. “Sahabat Walhi Jabar telah mulai petisi ini dengan tanda tangan satu-satunya dan sekarang ada 2.017 pendukung. Mulai petisi sendiri untuk membuat perubahan yang berdua peduli,” tulisnya.

Penandatangan lainnya, Nur Hidayat Santoso, berkomentar, “Muak dengan pendirian bangunan komersil di kota Bandung, terutama di lahan & daerah yang bukan peruntukannya, merusak lingkungan, menumbuhkan konsumerisme tinggi dan kesenjangan sosial meningkat.”

Komentar lain muncul dari warga Bandung lainnya, Herra Pahlasari Saefullah. “Untuk menggugah hati nurani pemimpin akan pentingnya sumberdaya alam, modern tidak harus selalu dipenuhi mall,” tulisnya. (imn/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …

Cinta Palsu Negeriku

‎Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menempati peringkat …