Ribuan Warga Cimahi Bisa Beli Sembako Gratis di E-Warung, Begini Caranya!

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa dan Menteri BUMN, Rini Soemarno saat melihat proses transaksi jual beli pada salah satu e warung. (ist)

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa dan Menteri BUMN, Rini Soemarno saat melihat proses transaksi jual beli pada salah satu e warung. (ist)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sebanyak 18.934 warga Cimahi akan mendapatkan bantuan pangan non tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial yang disalurkan 23 Februari 2017 mendatang.


Keluarga penerima manfaat (KPM) yang sudah mendapatkan kartu keluarga sejahtera (KKS) bisa membeli sejumlah kebutuhan pokok yang tersedia di e-Warung yang telah ditunjuk.

Cimahi saat ini baru memiliki 3 e-Warung, yakni di kawasan Kube Citra Saluyu, yang lokasinya berada di Jalan Sukarasa RT 5/11 Kel Citeureup, Kec Cimahi Utara. Selain itu, Kube Harum Manis di Jalan Ibu Ganirah RT 2/ 3, Cibeber, Cimahi Selatan, dan e-Warung Kube Merah Dahlia yang berada di Kebon Manggu RT 1/4, Padasuka, Cimahi Tengah.

Jumlah e-Warung itu diakui memang kurang Ideal, karena satu e-warung harus melayani sekitar 1.000 KK. Maka, ke depannya pemerintah setempat mengusulkan adanya penambahan.

“Baru ada 3 e-Warung. Kita usulkan 18 lagi ke kemensos. Proposalnya sudah dikirim sesuai jatah kota cimahi yaknj 21 e-warung,” kata Kabid Sosial Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi, Agustus Fajar.

Selain di Cimahi, Agustus mengitarakan, 23 Februari nanti, bantuan yang sama akan disalurkan secara serentak di sejumlah Kabupaten/Kota.

Ia menerangkan, setiap keluarga penerima manfaat akan menerima kartu keluarga sejahtera dengan nilai saldo Rp 110 ribu/bulan. Penyaluran bantuan non tunai itu bekerja sama dengan salah satu bank BUMN. Nominal uang yang ada bisa dimanfaatkan yakni untuk membeli beras 5 kg dan gula 3 kg seharga Rp 110 ribu.

“Bantuan ini tidak bisa diuangkan. Penyerahan bantuan menjadi langkah awal Kemensos dalam memaksimalkan bantuan non tunai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ribuan warga yang menjadi penerima bantuan sebelumnya tercatat sebagai rumah tangga sasaran (RTS) penerima bantuan raskin dan beras untuk keluarga sejahtera. Namun, jumlah itu masih kemungkinan berubah seiring ada pembaruan data.

“Tahun ini, BPNT dilaksanakan di 51 kota/kabupaten dengan sasaran 1,4 juta KPM di seluruh Indonesia. Di Kota Cimahi, pada Desember 2016 ada update melalui musyawarah keliling. Nanti untuk 6 bulan ke depan akan berubah. Sekarang sedang datanya sedang di-input,” terang Agustus. (bbb)

 

Loading...

loading...

Feeds