Petualangan Seks dan Nalar Mahasiswa Bandung

Bedah novel Perpustakaan Kelamin karya Sanghyang Mughni Pancaniti di Kafe Kaka Jalan Tirtayasa 49 Bandung, Sabtu (18/2/2017).  Foto: Iman Herdiana

Bedah novel Perpustakaan Kelamin karya Sanghyang Mughni Pancaniti di Kafe Kaka Jalan Tirtayasa 49 Bandung, Sabtu (18/2/2017). Foto: Iman Herdiana

POJOKBANDUNG.com – Hariang, pemuda yang berambisi membangun perpustakaan demi menyenangkan hati ibunya. Di tengah perjalanan berburu buku di Bandung, ia mengalami puber intelektual sekaligus seksual.


“Hariang memang punya kenakalan dengan Drupadi, pulang dari kampung, melakukan hubungan intim dengan Drupadi, baru diskusi,” tutur Muhnizar Siagian, salah seorang narasumber bedah novel Perpustakaan Kelamin karya Sanghyang Mughni Pancaniti, di Kafe Kaka, Jalan Tirtayasa 49 Bandung, Sabtu (18/2/2017).

Hariang adalah tokoh utama dalam novel Perpustakaan Kelamin. Sedangkan Drupadi adalah kekasih Hariang yang kuliah di sebuah perguruan tinggi di Bandung timur.

Dalam novel tersebut, dikisahkan bahwa Hariang sering bulak-balik Bandung-Sumedang. Sepulangnya dari Sumedang, dia selalu menyempatkan diri mampir ke kosan kekasihnya. Setelah itu, Hariang menghadiri diskusi serius, tentang filsafat, agama dan lain-lain.

Muhnizar menyebut, gaya Hariang seperti dilakukan para pemikir Eropa yang tidak melepaskan pemikiran dan seks. “Itu gaya Prancis (Eropa), paginya diskusi, malamnya tidur bareng, kayak James Bond,” katanya.

Apakah kelakukan Hariang sebagai tangkapan terhadap realitas anak muda di Bandung? Tidak diketahui. Yang jelas, novel tersebut menangkap kenakalan-kenakaln anak muda. “Kita nggak perlu munafik di kampus banyak yang kayak begitu,” katanya.

Namun di sisi lain, bisa jadi kelakuan Hariang sebagai metafora bahwa seorang pemikir membutuhkan stimulus. Salah satu stimulus yang dijalani Hariang adalah seks, meskipun ia merasa berdosa.

Selain itu, novel tersebut dinilai bukan novel biasa. Pembaca akan diajak menyelami sejumlah pemikiran dengan segudang referensi, sehingga terkesan ilmiah.

Penulis novel, Sanghyang Mughni Pancaniti, yang merupakan alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, menyebutkan novel yang diterbitkan pertenganan 2016 itu memakai 60 referensi buku.

Jadinya, novel Perpustakaan Kelamin semacam pintu gerbang bagi pembacanya untuk menggali referensi lebih lanjut. Selamat membaca. (imn/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …