Lestarikan Bahasa Ibu, Ubah Orientasi Cara Belajar Bahasa

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan dan Netty Prasetiyani.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan dan Netty Prasetiyani.

“Sebab keindahan bahasa itu spesial. Artinya keindahan bahasa yang ada pada Bahasa Sunda berbeda dengan bahasa lainnya, juga sebaliknya. Karena spesial, spesifik, maka tidak ada kata lain kecuali kita harus ngamumule (memelihara) dengan baik supaya tidak punah,” lanjutnya.


Pemprov Jawa Barat juga telah memperhatikan pelestarian Bahasa Sunda dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). Perda Nomor 14 Tahun 2014 merupakan revisi Perda Nomor 5 Tahun 2003 sebagai payung hukum dalam pelestarian bahasa, sastra, dan tulisan daerah Bahasa Sunda.

Selain itu, momentum alih kelola SMA/SMK kepada Pemerintah Provinsi juga bisa menjadi upaya lain dalam pelestarian Bahasa Sunda di sekolah-sekolah. Karena hal tersebut semakin memudahkan kurikulum belajar Bahasa Sunda yang bisa diseragamkan di SMA/SMK di seluruh Jawa Barat.

“Silahkan urusan Bahasa Sunda mau dibagaimanakan, silahkan koordinasi dengan Balai Bahasa, Grup Carponn, dan semuanya yang memperhatikan Bahasa Sunda, silahkan. Mudah-mudahan bisa memelihara Bahasa Sunda – sekarang se-provinsi bisa seragam kebijakannya,” pungkas Aher dalam sambutannya di acara Mieling Poe Basa Indung sareng Kang Aher”.

Sejak 1999 lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional atau International Mother Languange Day. Peringatan ini dicetuskan sebagai upaya untuk melestarikan keberadaan Bahasa Ibu atau Bahasa Daerah yang ada di seluruh dunia. (mun)

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Gelar Dunia Games League 2021

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel terus bergerak maju menegaskan komitmennya sebagai enabler dalam ekosistem esports Tanah Air melalui penyelenggaraan Dunia Games …