35 Ahli Ungkap Kesehatan Mental Donald Trump.. Faktanya Mengejutkan!

Donald Trump (foto: Reuters)

Donald Trump (foto: Reuters)

POJOKBANDUNG.com- Donald Trump terbukti sukses luar biasa. Bisnisnya mentereng dan mampu mengalahkan semua lawan politiknya untuk mendapatkan jabatan top saat ini. Namun, para ahli sedang mendebatkan kesehatan mental sang presiden Amerika Serikat ini.


Diskusi mengenai kesehatan mental Trump datang setelah ada surat terbuka dari belasan profesional yang menyatakan kalau ketidakstabilan emosi dasar Trump membuatnya tidak sehat sebagai presiden.

Memang, pernyataan ini sendiri membuat konflik di dunia kesehatan mental. Para psikiater top Amerika menghujat para profesional mengenai surat terbuka itu. Karena, kesehatan mental orang disebut mereka tidak boleh dibuka di depan publik.

Debat mengenai kesehatan mental Trump sebenarnya memang sudah ada jauh sebelum pemilihan. Tepatnya pada November tahun lalu. Namun, mayoritas profesional kesehatan mental top AS menolak memberikan penyataan mereka untuk publik. Itu seiring peraturan Goldwater yang diadopsi dari American Psychiatric Association (APA) pada 1973.

Dalam peraturan tersebut, psikiater dilarang memberikan diagnosis dari seseorang yang tidak secara langsung mereka evaluasi. Isu itu kali pertama keluar setelah media bertanya kepada puluhan ahli pada 1964 apakah nomine Partai Republik Barry Goldwater secara psikologis sehat sebagai presiden.

APA pun mengingatkan tahun lalu kalau mereka yang melanggar peraturan untuk menganalisis kandidat presiden sebagai profesional yang tidak bertanggung jawab, stigmatis dan melanggar etika.

Namun sekarang, beberapa profesional mulai terbuka. Termasuk, mereka yang menandatangani petisi untuk melengserkan Trump. Saat ini sudah ada lebih dari 23 ribu tanda tangan. Beberapa dari profesional kesehatan mental itu mengatakan kalau Trump punya Gangguan Kepribadian Narsistik. Alias narsis tingkat tinggi.

Dalam Psychology Today, mereka yang narsistik punya beberapa karakteristik. Antara lain, tidak punya empati kepada orang lain, selalu ingin dipuja, mereka merasa superior atau merasa harus mendapatkan perlakuan istimewa, mereka selalu mencari perhatian dan pujian dan susah menghadapi kritik atau kegagalan.

Loading...

loading...

Feeds