Kecewa Atty Tak Diizinkan KPK Nyoblos, tapi Tetap Optimis Menang

Calon Wakil walikota Cimahi, Achmad Zulkarnain melakukan pencoblosan di TPS 70, Lapangan Block C,  Kelurahan Cibabat,  Kecamatan Cimahi Utara,  Kota Cimahi,  Rabu (15/2). (Riana Setiawan)

Calon Wakil walikota Cimahi, Achmad Zulkarnain melakukan pencoblosan di TPS 70, Lapangan Block C, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Rabu (15/2). (Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Calon Wakil Walikota Cimahi no urut 1 Achmad Zulkarnain alias Azul mengaku kecewa pasangannya, Atty Suharti, tidak diizinkan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melakukan pencoblosan.


Untuk diketahui, calon Walikota Cimahi Atty Suharti saat ini dalam status tersangka korupsi oleh KPK. Menurut Azul, status tersangka tersebut semestinya tidak menghilangkan hak pilih.

“Bu Atty ini, salah satu yang kita kecewa karena tidak memiliki hak asasinya untuk memilih, padahal status beliau belum memiliki hukum tetap, sebagai tersangka, seharusnya punya hak memilih,” ujar Azul usai mencloblos di TPS 70 Perumahan Cihanjuang Indah, Blok C, RW 17, Kecamatan Cimahi Utara, Rabu (15/02/2017).

Kendati demikian, mengenai Pilkada Cimahi, ia mengaku akan menerima apa pun hasil akhirnya. “Kalau menang saya siap melaksanakan amanah, kalau pun kalah, saya akan legowo,” ujarnya.

Ia menambahkan, sikap tersebut akan ia tempuh dengan catatan, tidak ada unsur-unsur kecurangan di dalam Pilkada Cimahi. Kalau ada kecurangan, tentu harus diproses sesuai aturan yang berlaku. Meski demikian, ia tetap optimis bisa meraup suara tertinggi dalam Pilkada Cimahi. Targetnya di atas 40 persen. (bbb)

 

Loading...

loading...

Feeds