Kisruh Kasus Penganiayaan di Ruang Sidang

Tim kuasa hukum Michael (tengah, Red) di dampingi pihak keluarga mengajukan keberatan pasal 351 yang dilayangkan kepada kliennya.(nida)

Tim kuasa hukum Michael (tengah, Red) di dampingi pihak keluarga mengajukan keberatan pasal 351 yang dilayangkan kepada kliennya.(nida)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kasus cekcok mulut berujung penganiayaan terhadap Andi Gunawan, membuat Franciscus Michael Cahyadi tersandung kasus hukum, Jumat (10/2). Namun, ketika persidangan pra-peradilan, sempat terjadi adu mulut antar keluarga korban dan tersangka yang berujung ricuh.


Imbas kericuhan tersebut membuat pihak keluarga Michael balik melaporkan pihak korban. Pasalnya, dalam keributan tersebut, paman dari tersangka, yakni Tony Senjaya, mengalami kekerasan hingga dirawat di Rumah Sakit Immanuel Bandung.

“Saat itu korban (Tony Senjaya, red) terkapar hingga jatuh dan dirawat di Immanuel. Hingga hari ini tidak bisa melakukan aktivitas. Dan yang melakukan itu adalah Hendra Gunawan (Ayah dari Andi, red),” tukas kuasa hukum Michael, Benny Wullur SH, kepada wartawan dalam konferensi press, Senin (13/2).

Benny menceritakan, saat berjalannya sidang pun, Hendra sudah mengamuk tidak jelas. Karena itu, dirinya melaporkan aksi penganiayaan tersebut ke Polda Jawa Barat. “Bahkan, kami tidak tahu, kenapa yang bersangkutan ngamuk-ngamuk. Sejak pertama dirinya sudah berteriak-teriak tidak jelas di pengadilan,” papar Benny.

Tim kuasa hukum juga mempertanyakan diterapkannya Pasal 351 KUHP kepada Michael terkait pengeroyokan yang dilakukan terhadap Hendra, Anton, Andri dan Andi Gunawan, di kawasan Astana Anyar. Penerapan pasal tersebut dinilai terburu-buru tanpa dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan kamera pemantau yang ada di tempat kejadian. Juga, tidak dilakukan rekonstruksi terhadap kejadian tersebut. Ditambah, Michael langsung ditahan oleh penyidik.

“Kalaupun dipaksakan Pasal 351 seharusnya korban (Andi, red) tidak bisa bekerja dan beraktivitas. Namun kenyatannya ia sempat berjalan-jalan ketika Michael dikurung, bahkan dapat mengambil foto klien kami di Polsek,” tutupnya.(nda)

Loading...

loading...

Feeds