Napi Koruptor Bebas Kelayapan, KPK: Criminal Justice System Belum Kompak Dijalankan Aparat

Pimpinan KPK Saut Situmorang. (Atep Kurniawan/Pojokbandung)

Pimpinan KPK Saut Situmorang. (Atep Kurniawan/Pojokbandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menegaskan, narapidana koruptor Kelas I Sukamiskin Bandung Jawa Barat, yang kepergok berkeliaran dengan bebas tanpa pengawalan, merupakan bukti bahwa Criminal Justice System tidak dijalankan dengan kompak oleh jajaran aparat hukum.


Saut menilai, ketika sistem tersebut tidak dijalankan dengan kompak, tentu tindakan hukum sebagai tujuan memberi efek jera akan gagal.

“Kalau nggak kompak, korupsinya gak abis-abis. Maka itu harus jalan, kalau tidak, orang gak tobat – tobat,” tegas Saut, usai menghadiri Kick Off Meeting Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam Jawa Barat, di Gedung Sate Bandung, Jumat (10/2/2017).

Jika tidak tegas terhadap warga binaan, lanjut dia, pandangan publik tentu akan menganggap di tahanan kasus korupsi bisa mendapatkan perlakuan atau fasilitas khusus. Padahal penegakkan keadilan, sejatinya dalam rangka menegakkan kejujuran.

“Orang akan mikir ‘enak ya orang korupsi, bisa kemana-mana’,” ucap Saut.

Dengan begitu, semua pihak harus mampu mendefinisikan arti dari warga binaan. Terhadap mereka tidak boleh dilandasi dengan rasa dendam atau benci, karena tujuannya menyadarkan pelaku korupsi.

“Maka kita akan merinci dengan detail perlakuan terhadap warga binaan, misalnya kalau orang (warga binaan) sakit harus ke rumahsakit prosesnya harus seperti apa? Siapa dokter di situ yang profesional,”  katanya.

Seperti diketahui, mantan Wali Kota Palembang, Romi Herton pergi ke sebuah rumah di Jalan Kuningan Raya Nomor 101, Kelurahan Antapani Tengah, sekitar 4,5 kilometer dari Lapas Sukamiskin pada 29 Desember 2016 lalu. Rumah itu ditinggali istri muda Romi, bernama Lisa Zako.

Loading...

loading...

Feeds