Mampus! Dua Pembunuh Keji yang Memasukkan Gagang Cangkul ke Kemaluan Eno Dihukum Mati

Dua terdakwa vonis mati pembunuh Eno Parihah, Rahmat Arifin dan Imam Hapriadi berkonsultasi dengan pengacaranya usai divonis mati. (Feris Pakpahan/Indopos)

Dua terdakwa vonis mati pembunuh Eno Parihah, Rahmat Arifin dan Imam Hapriadi berkonsultasi dengan pengacaranya usai divonis mati. (Feris Pakpahan/Indopos)

POJOKBANDUNG.com, TANGERANG- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang menjatuhkan vonis maksimal kepada dua pelaku pemerkosa dan pembunuhan Eho Parihah (18) yang tewas usai kemaluannya dimasukan gagang cangkul. Kedua terdakwa, Rahmat Arifin (24) dan Imam Hapriadi (24) dijatuhi hukuman mati.


Keduanya dinyatakan terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap Eno Parihah, di mes karyawan PT Polyta Global Mandiri yang berlokasi di Jalan Raya Prancis, Dadap, Kosambi, Tangerang pertengahan tahun lalu. Vonis mati itu menambah daftar panjang terpidana mati yang dijatuhkan PN Tangerang.

pembunuh-eno-parinahMendengar vonis hakim itu, kedua terdakwa langsung membisu seribu bahasa. ”Majelis hakim sepakat menjatuhkan vonis kepada Rahmat Arifin dan Imam Hapriadi dengan pidana mati,” terang majelis hakim yang diketuai M. Irfan Siregar dalam putusannya. Majelis hakim menilai, Rahmat dan Imam terbukti melakukan pembunuhan berencana.

Eno-Parinah-1
Perbuatan keji itu dilakukan secara bersama-sama menghilangkan nyawa gadis 19 tahun yang kemaluannya dimasukkan gagang cangkul. Tak hanya itu, hakim berpendapat ada beberapa hal yang memberatkan keduanya. Selain perbuatan yang sadis dan keji, kedua terdakwa juga tidak mengakui perbuatannya dan tidak memperlihatkan penyesalan.

”Hal-hal yang meringankan kedua terdakwa tidak diketemukan,” tegas hakim juga. Sidang putusan kasus pembunuhan sadis dengan gagang cangkul itu dipenuhi keluarga Eno Parihah. Isak tangis keluarga pecah saat hakim membacakan putusan mati kepada kedua terdakwa tersebut.

Loading...

loading...

Feeds