Dinas Penanaman Modal Terjaring OTT, Ridwan Kamil Akui Kecolongan

Ridwan Kamil bersama Kapolrestabes Bandung pasca operasi tangkap tangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. (Asep Rahmat)

Ridwan Kamil bersama Kapolrestabes Bandung pasca operasi tangkap tangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. (Asep Rahmat)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Walikota Bandung Ridwan Kamil meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengevaluasi sistem yang dijalankan Pemerintah Kota Bandung.


Ridwan Kamil mengaku merasa kecolongan saat OTT di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSTP) terjadi.

“Tahun ini saya meminta KPK ikut mengawasi sistem yang kami (Pemkot Bandung) bangun agar tidak kecolongan,” kata Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung, Kamis (9/2).

Ia berharap Pemerintah Kota Bandung bisa bekerjasama lebih erat lagi dengan KPK dalam bidang pemberantasan Korupsi. Dia mengaku terbuka dengan masukan-masukan konstruktif dari KPK.

“Intinya KPK itu jadi komentator dan awasi sistem. KPK bisa sampaikan Pak Wali di sini blong, disana kurang integritas dan disana kurang apa lagi,” ujarnya.

Lebih khusus Ridwan Kamil minta KPK  mengawasi dan mengevaluasi sistem di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ngurus perizinan.

“Di perizinan sistemnya sudah canggih, tapi kita minta selalu dievaluasi karena secanggih apapun sistem, kalau manusia dibelakangnya ada masalah dengan integritas tetap bisa disabotase,” tandasnya.

Ridwan Kamil melakukan koordinasi  dengan KPK dalam mengupdate perkembangan dan menyusun konsep pencegahan korupsi di Kota Bandung, baik dari sisi pengelolaan sumber daya manusia, antisipasi korupsi dan penyusunan rencana aksi pemberantasan korupsi yang akan ditandatangani oleh Walikota dan Ketua DPRD Kota Bandung.

Dalam kesempatan itu, ia juga mendapat rekomendasi dari KPK untuk mencontoh praktek pemberantasan korupsi di kota-kota lain di Indonesia yang sudah terbukti berhasil diantaranya Surabaya, Siak dan Sisoarjo. (rmo/ca/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …