Mengharukan, Pria Ini Nikahi Pacarnya yang Sudah Meninggal

Ahmad Haidir memeluk kekasihnya, Erni sesaat setelah mengembuskan napas terakhir di RSUD Parepare, Kamis dinihari, 2 Februari. Foto: DOK KELUARGA FOR FAJAR

Ahmad Haidir memeluk kekasihnya, Erni sesaat setelah mengembuskan napas terakhir di RSUD Parepare, Kamis dinihari, 2 Februari. Foto: DOK KELUARGA FOR FAJAR

POJOKBANDUNG.com- Hari itu, Ahmad Haidir alias Edi terlihat gagah. Pakaiannya rapi, lengan panjang warna gelap. Kopiah hitam bertengger di kepalanya. Di sampingnya, mayat Erni yang sudah dibungkus kain kafan, terbujur kaku.


 Ahmad Haidir membuktikan janjinya menikahi Erni, meski sang pujaan hati sudah tidak bernyawa lagi. “Dia istri saya, dan akan selamanya menjadi istri saya.”

Kalimat ini diungkapkan Edi, sapaan Ahmad Haidir, via telepon, Minggu, 5 Februari, saat menceritakan kisah cintanya yang tragis kepada FAJAR (Jawa Pos Grup-pojokbandung.com). Mimpi indah yang sudah direncanakan selama dua tahun, harus berakhir.

Tuhan berkehendak lain. Pesta pernikahan yang sudah direncanakan pada Oktober mendatang, batal terlaksana. Erni memilih mengakhiri hidupnya dengan racun rumput. Meninggalkan pria yang begitu mencintainya.

Semua berlangsung hikmat dengan derai air mata. Hingga saksi menyatakan “sah” resmilah keduanya menjadi suami istri. Meski beberapa saat setelah itu, Erni diantar ke peristirahatan terakhir oleh keluarga dan sang suami, Ahmad Haidir.

Perjuangan Edi mendapatkan cinta Erni dan restu keluarganya, memang penuh tantangan. Pemuda asal Kepulauan Nias, Sumatera Utara ini, menemukan cinta sejatinya di Parepare, dua tahun lalu. Dia bertemu Erni yang waktu itu masih berstatus mahasiswi STIKES Baramuli.

Edi yang bekerja di sebuah koperasi di Parepare, langsung jatuh hati. Butuh waktu hingga akhirnya Erni mau menerima cintanya. Keduanya memutuskan menjalin hubungan serius. Rencana pernikahan perlahan disusun.

Bukan hanya perbedaan budaya yang harus disatukan. Perbedaan keyakinan juga menjadi rintangan. Hingga akhirnya Edi, dengan seizin orang tuanya di Nias, memutuskan menjadi mualaf. Makin muluslah rencana memperistri Erni. Waktunya Oktober nanti, maharnya Rp40 juta.

Edi yang kini bekerja di Enrekang, tak sabar menghitung hari. Namun, sebuah telepon dari Erni, Rabu, 1 Februari, bak petir di siang bolong.

“Dia bilang ingin bunuh diri dengan meminum racun rumput,” ungkap Edi menceritakan pembicaraan dengan calon istrinya hari itu.

Edi langsung menghubungi Wati, ibu Erni, calon mertuanya. Setelah itu dia memacu motornya ke Barru. Jarak 181 km ditempuhnya kurang dari empat jam. Berharap dia masih bisa menyelamatkan nyawa Erni.

Loading...

loading...

Feeds

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

Lubang Bak Kontrol Dibiarkan Terbuka

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Di Jalan Raya Soreang, tepatnya di depan perempatan lampu merah depan Komplek Pemerintah Kabupaten Bandung terdapat lubang …

Jalan Provinsi di Cikalong Terancam Longsor

POJOKBANDUNG.com, CIKALONGWETAN – Jalan raya Provinsi Cikalong-Cipendeuy terancam putus akibat longsor yang memakan bahu jalan. Berdasarkan pantauan, bahu jalan yang …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …