Masjid Terapung Dibangun Setinggi 99 Meter

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan saat bertemu pengelola Samaya Coorporation, Sabtu (4/1/2017) malam. (istimewa)

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan saat bertemu pengelola Samaya Coorporation, Sabtu (4/1/2017) malam. (istimewa)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pembebasan lahan untuk Masjid Raya Provinsi Al-Jabbar atau masjid terapung termasuk danau retensi di kawasan Gedebage Kota Bandung, kini sudah mencapai 16 hektare dari 21 hektare luas yang dibutuhkan.


Pemprov Jabar tahun ini menargetkan pembebasan lahan sisa seluas 5 hektare rampung dilakukan.”Mudah-mudahan tahun 2018 bangunan pokoknya (masjid terapung) sudah bisa digunakan. Kalau secara keseluruhan termasuk danau retensi mungkin tahun 2019 baru selesai,” ungkap Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher), di Gedung Pakuan, Sabtu (4/1/2017) malam.

Untuk bangunan masjidnya sendiri, membutuhkan luas lahan 7 hektare. Di dalamnya akan dilengkapi dengan ekshibisi atau museum yang ditempatkan di lantai dasar masjid.

“Alhamdulillah masjid raya Al Jabbar Jawa Barat ini dalam proses tender sekarang. Proses ini berjalan dalam beberapa minggu atau paling lama sebulan, mohon doa saja dari semua pihak,” ujar Aher.

Ia memaparkan, masjid yang menelan dana 520 miliar itu dirancang bukan sekadar tempat ibadah salat, tapi juga tempat pembinaan khasanah Islam, yang disentuh dengan konsep wisata.

“Di lantai satu akan dibangun museum atau ekshibisi Alquran, Asmaul Husna, Masjid Haram dan Nabawi, Sejarah Nabi, dan sejarah perkembangan Islam di Jawa Barat. Sedangkan di sekeliling danau dibangun taman taman hijau,” katanya.

Aher menjelaskan, masjid ini akan dilengkapi dengan empat menara. Tiga menara setinggi 33 meter, dan satu menara 99 meter. Tinggi masing-masing menara ini menurutnya memiliki makna tersendiri.

“Tiga menara masing-masing jangkungnya 33 meter, satu menara 99 meter. 33 itu menandakan hitungan tasbih, subhanallah 33, alhamdullilah 33, dan Allahu Akbar 33. Tiga kali 33 itu hitungan Asmaul Husna, 99 kan, yang juga tinggi salah satu menara. Sedangkan luas lahannya 21 hektar, yang menandakan dibangun di abad 21,” papar Aher.

Ditanyakan soal desain arsitektur masjid, menurutnya merupakan perpaduan antara desain karya arsitek Ridwan Kamil yang juga Walikota Bandung dan rancangan dari tim desainer Pemprov Jabar. “Desain awalnya dari Pak Ridwan Kamil, kemudian dilengkapi, dikonsultasikan ke tim provinsi,” katanya.

Untuk pembangunan danaunya sendiri, kata dia, Pemprov Jabar hanya bertugas pada pembebasan lahan, sedangkan pembangunannya oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pada Umum dan Perumahan Rakyat.

“Kita sudah menandatangani kerjasama dengan Kementerian PUPR, kita menyediakan lahannya, pusat menggali kolam retensinya dengan menggunakan APBN,” pungkas Aher. (mun)

Loading...

loading...

Feeds