Warga Sindir Debat Pilkada Cimahi Lebih Mirip Cerdas Cermat

Panggung debat Pilkada Cimahi. (Riana Setiawan)

Panggung debat Pilkada Cimahi. (Riana Setiawan)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI- Warga masih mempertanyakan hasil dari pelaksanaan debat terbuka calon Walikota dan Wakil Walikota Cimahi yang digelar di Gedung Vidya Chandra Jalan Sangkuriang, Selasa malam (31/1) lalu.


Lucky (21) misalnya. Warga Cimahi Utara itu menilai debat terbuka belum mencapai klimaks. Terlebih dari visi misi maupun saat saling lempar pertanyaan dan jawaban, tidak seluruhnya tersampaikan, seakan debat seperti cerdas cermat.

“Saya masih belum paham dengan penjelasan maupun penajaman visi misi dari tiap paslon, isu yang dibahas terlalu lebar, sehingga pasangan calon kurang fokus dalam menyampaikan jawabannya,” ungkapnya.

Dirinya berharap, meski debat terbuka tersebut dianggap belum mencapai titik temu dan masih membingungkan, akan tetapi bukan berarti ia tidak antusias terhadap Pilkada Cimahi 2017, apalagi waktu pemilihan sudah dekat.

“Masih ada waktu untuk menentukan pilihan. Demi kemajuan Cimahi saya akan menggunakan hak pilih pada 15 Februari mendatang,” katanya.

Senada dengan Lucky, warga Cimahi lainnya, Ferry Rizky (25), mengaku masih belum tahu persis apa yang akan dilakukan para pasangan calon ini untuk kemajuan Cimahi. Pasalnya, sejak dari awal menyaksikan siaran langsung di televisi, acara debat tersebut kurang menarik dan terkesan datar.

“Ketiga paslon kurang greget, jadi kurang menarik,” singkat warga Cimahi tengah itu.

Menanggapi itu, pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Firman Manan, mengatakan, hal tersebut dinilai wajar. Seharusnya di dalam debat setiap paslon memunculkan jiwa kepemimpinannya.

“Dari tiga pasangan calon terasa kurang adanya elaborasi dalam membahas isu yang disampaikan. Sehingga wajar bila masyarakat akhirnya kurang mendapatkan manfaat dari debat tersebut,” katanya.

Dia melanjutkan, dalam debat Selasa (31/1) malam itu, tidak muncul apa yang menjadi  kebijakan-kebijakan konkret ketika paslon memenangkan pilkada, seperti tata kelola pemerintahan,  birokrasi maupun pelayanan publik serta pemberantasan KKN dan lainnya.

“Sangat disayangkan kebijakan itu tidak dimunculkan, padahal itu yang dibutuhkan masyarakat saat ini,” ungkapnya.

Dengan debat yang dilakukan ketiga pasangan calon tersebut, menurut dia, masih membingungkan para calon pemilih di Pilkada Cimahi kedepannya. Padahal seharusnya dari debat yang dilakukan akan meyakinkan pemilih yang belum menentukan sikap.

“Tentunya dengan debat seperti ini belum bisa menambah keyakinan bagi calon pemilih yang masih ragu-ragu. Maka diharapkan sosialisasi masing-masing paslon dimaksimalkan dengan memanfaatkan waktu yang masih ada,” pungkasnya. (gat)

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …