Tim Sukses Dua Paslon Pilkada Cimahi Kritik Durasi Debat yang Terlalu Pendek

Pasangan Calon Pilkada Cimahi dalam debat Selasa (31/1/2017) malam di Gedung Vidya Chandra. (Gatot Pudji)

Pasangan Calon Pilkada Cimahi dalam debat Selasa (31/1/2017) malam di Gedung Vidya Chandra. (Gatot Pudji)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Debat terbuka calon walikota/wakil walikota Cimahi menyisakan unek-unek pada masing-masing tim pemenangan pasangan calon (paslon). Mereka menyayangkan waktu dan jadwal debat yang hanya dilakukan satu kali.


Dalam debat yang dilangsungkan di Aula Gedung Vidya Chandra, Selasa malam (31/1), dari enam segmen, panitia hanya memberikan waktu 2 menit. Sehingga banyak pemaparan maupun saat menjawab pertanyaan tidak tersampaikan karena durasi waktu yang dinilai kurang.

Ketua tim pemenangan pasangan nomor urut 3 Ajay M Priyatna-Ngatiyana, Denta Irawan mengungkapkan, kurang puas dengan durasi waktu yang diberikan serta acara debat yang dilakukan hanya satu kali. Selain itu, pembatasan jumlah tamu undangan pun menjadikan pihaknya kesulitan untuk mengundang siapa saja yang akan diajak melihat secara langsung debat terbuka itu.

“Kita kan partai pengusung yang termasuk koalisi gemuk. Jadinya tidak bisa diajak semua,” ungkap Denta di Sekretariat DPC PDIP Kota Cimahi.

Namun untuk menghilangkan kekecewaan itu, pihaknya tetap memberikan dukungan kepada Ajay-Ngatiyana saat debat terbuka dengan menggelar nonton bareng di tiap posko-posko relawan.

“Ini kita lakukan untuk menjaga kondusifitas di lokasi acara, agar tidak terjadi gesekan-gesekan antar massa pendukung masing-masing paslon. Kita ikuti saja kebijakan panitia,” tuturnya.

Selain dibatasi undangan untuk pendukungnya, pihaknya menyayangkan durasi waktu yang diberikan panita. Terlebih acara debat terbuka hanya dilakukan satu kali.

“Kalau untuk durasi tidak masalah, tapi alangkah baiknya debat terbuka ini tidak dilaksanakan sekali saja. Karena banyak yang belum tersampaikan oleh para pasangan calon karena batas waktu yang kurang panjang,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Ketua Harian tim sukses (timses) pasangan Asep Hadad Didjaya-Irma Indriyani, Iwan Setiawan. Menurutnya, durasi jawaban setiap pasangan calon sangat kurang, sehingga para paslon tidak bisa leluasa mengungkapkan pendapatnya karena waktu sudah habis.

Sangat disayangkan juga kesempatan bagus ini cuma dilaksanakan KPU satu kali. Namun kemungkinan karena anggaran untuk acara debat seperti ini tidak cukup. “Kalau masalah waktunya panjang saya yakin semua paslon akan lebih dalam mengekspose semua rencana atau programnya masing-masing,” tandasnya. (gat)

 

Loading...

loading...

Feeds