Pindah ke Skywalk, PKL Jalan Cihampelas Tidak Satu Suara

Suherman, salah seorang pedagang baju yang kini lapaknya pindah ke skywalk. (murwani)

Suherman, salah seorang pedagang baju yang kini lapaknya pindah ke skywalk. (murwani)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Pindah ke skywalk, pedagang kaki lima (PKL) Jalan Cihampelas, tidak satu suara.
Hari ini, Kamis (2/2) PKL Jalan Cihampelas resmi pindah ke skywalk. Berdasarkan catatan, 195 PKL yang terdiri dari penjual makanan dan souvenir, mulai menempati kios berukuran 120X80 cm itu.
Salah seorang pedagang baju, Suherman,53, mengaku lebih nyaman berjualan di sana.


“Kalau di atas, lebih tenang tidak dikejar-kejar Satpol PP, jadi kan lebih legal,” katanya.

Sayangnya, kenyamanan ini terganggu dengan luas lapak yang lebih kecil dibandingkan saat berjualan di bawah.

“Kalau di bawah, lapaknya bisa sampai 2 meter,” tambahnya.

Selain itu, faktor cuaca juga membuat Suherman khawatir, karena saat hujan semua barang dagangannya akan basah.

“Ini jadi kayak misbar, begitu hujan para pembeli juga bisa bubar,” ujarnya.

Karenanya, Suherman berharap ada solusi untuk mengatasi masalah ini.

“Ya saya harap, ini tidak selamanya seperti ini. Mudah-mudahan ada solusi ke depannya dari pemerintah,” tambah dia.

Untuk kekhawatiran tidak lakunya barang dagangan, Suherman mengakui hal itu. Saat berjualan di bawah, Suherman bisa mendapatkan omset Rp1 juta per hari.

“Ya kalu di atas sini, kita tidak tahu akan dapat berapa. Mungkin akan turun, apalagi kalau baru-baru,” terangnya.

Ditanya mengenai pungutan,‎ Suherman mengaku tidak dipungut biaya apapun saat pindah lapak. Tapi jika nanti ada retribusi keamanan, kebersihan dan listrik, Suherman tidak keberatan.

“Yang penting, jangan sampai dikelola oleh pihak ketiga. Apalagi kalau nanti jadi harus sewa lapak,” pungkasnya.‎

Lain halnya dengan Yadin, 44, yang merupakan pedagang makanan. Yadin yang mengaku mendapat omset Rp500 ribu per hari, saat berjualan di bawah, mengaku tidak khawatir kehilangan omset.

“Kalau penjual makanan, tidak khawatir omset turun, pasti ada saja yang beli,” terangnya.

Masalah cuaca juga tidak menjadi hambatan pagi Yadin.

“Ya kalau hujan, tinggal tutup saja kiosnya,” katanya.

Ditanya mengenai uang iuran, Yadin mengatakan, belum ada kesepakatan nominal yang harus dibayarkan.
Namun ternyata, belum semua pedagang pindah ke atas. Masih ada beberapa pedagang yang berjualan di bawah, dengan alasan tidak mendapat jatah kios.
Salah seorang pedagang kaos, Bayu, 18, mengaku tidak pindah ke atas, karena tidak mendapat lapak.

“Padahal sudah didata. Tapi tetap saja tidak dapat kios,” katanya.

Menurut Bayu, ayahnya sudah mengonfirmasi ke kecamatan, tapi masih belum mendapat kejelasan.
Ditanya bagaimana jika digusur Satpol PP, Bayu mengatakan, gimana nanti saja.‎ (mur)

Loading...

loading...

Feeds

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Minta Warga Waspada Varian Baru COVID-19

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi penyebaran Covid-19 varian baru B 117 yang kasusnya …