Ayah Nafsu, Anak Hanya Bisa Pasrah

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com- Remaja bernama Gadis –nama disamarkan—pasti tak bisa melupakan peristiwa yang terjadi pada Rabu 24 Agustus 2016 silam.


Saat itu, diperkirakan usai adzan subuh, sekira pukul 05.00 Gadis menjadi sasaran pelampiasan nafsu bejat ayah kandungnya. Ya, dia diperkosa subuh itu di kamarnya di Desa Binusan, Kecamatan Nunukan.

Kini, bisa jadi remaja berusia 14 tahun itu lega dengan putusan hakim yang menetapkan sang ayah menjadi narapidana 10 tahun penjara. Hakim menetapkan ayah Gadis berinisial FP bersalah saat didudukkan di kursi Pengadilan Negeri (PN) Nunukan.

Dalam persidangan, terdakwa hanya bisa tunduk dan pasrah setelah mendengar putusan majelis hakim yang menetapkan atau menjatuhkan hukuman terhadapnya di hadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun korban, serta ibu korban.

Ibu korban yang enggan disebutkan identitasnya, ketika ditanya tak memberikan tanggapan terlalu jauh atas peristiwa yang menimpa keluarganya. Sebab, persoalan tersebut merupakan aib keluarga yang telah dilakukan pria yang tak lain adalah suaminya sendiri terhadap anaknya.

“Iya memang ini kasus cabul, tapi saya tidak bisa cerita. Saya sangat malu,” ucapnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhadi menyebutkan, terdakwa divonis 10 tahun penjara atas kasus persetubuhan yang dilakukan terhadap anak kandungnya. Meskipun, awal tuntutan yang sudah dibacakannya, Selasa 17 Januari 2017 lalu adalah 13 tahun penjara, namun keputusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan.

“Kami tuntut dia (terdakwa, Red.) 13 tahun penjara. Tapi, putusan majelis hakim hanya 10 tahun penjara,” terang Nurhadi usai mengikuti persidangan tertutup tersebut.

Kasus persetubuhan terlarang yang menimpa Gadis itu terjadi Rabu 24 Agustus 2016 lalu, sekira pukul 05.00 Wita ketika korban dalam keadaan tidur pulas di kamarnya. Entah mengapa, ayahnya masuk ke kamar Gadis dengan nafsu yang sudah tak terkendali.

“Terdakwa melakukan tindakan bejatnya sambil mengancam korban, dirinya akan melakukan bunuh diri jika putrinya melaporkan tindakannya kepada ibunya,” ungkap Nurhadi.

FP didakwa dengan dakwaan telah dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. Sementara itu, atas perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana sesuai dengan pasal 81 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Selanjutnya, terdakwa harus berhadapan dengan dakwaan bahwa terdakwa telah melakukan pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 46 jo huruf a Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. (*/kp5)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …