Resmikan Jembatan Layang Antapani, JK Sebut Teknologi CMP Lebih Hemat

Wapres Jusup Kalla saat peresmian Jembatan Layang Antapani, Selasa (24/1). (asep rahmat)

Wapres Jusup Kalla saat peresmian Jembatan Layang Antapani, Selasa (24/1). (asep rahmat)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan jembatan layang (flyover) Antapani, Kota Bandung, pada Selasa (24/1). Wapres JK saat peresmian Jembatan Layang Antapani didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.


Menurut Wapres Jusuf Kalla, jembatan layang yang dibangun menggunakan teknologi Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP) ini, dinilai lebih menghemat anggaran dibanding dengan pembangunan jembatan konvesional.

Wapres Jusuf Kalla saat hendak meresmikan jembatan layang Antapani, Selasa (24/1). (asep rahmat)

Wapres Jusuf Kalla saat hendak meresmikan jembatan layang Antapani, Selasa (24/1). (asep rahmat)

“Ini udah selesai flyover di Bandung di tengah kota cuma 30 miliar. Bagus kita resmikan, biasanya (pembangunan jembatan) di atas 100 miliar,” ujar Jusuf Kalla di sela-sela peresmian Fly over Antapani.

Jusuf Kalla menuturkan, dirinya sengaja datang ke Bandung untuk meresmikan jembatan “pelangi” ini. Ia ingin mengetahui sejauh mana teknologi hasil karya anak bangsa yang dikembangkan Pusjatan Balitbang Kementerian PUPR.

Jika jembatan pilot project tersebut telah teruji kualitasnya, pihaknya akan menerapkan pembangunan dengan menggunakan teknologi CMP ini di seluruh proyek flyover di Indonesia.

“Agar dapat digunakan di manapun, kalau dibikin seperti ini enam bulan bisa selesai. Kita dengan anggaran terbatas ingin hasilnya lebih banyak,” ucapnya.

Ia menambahkan, proyek pembangunan yang menghemat alokasi hingga Rp35 miliar itu, ditekankan agar menjadi acuan dalam penghematan anggaran di masing masing daerah.

“Kita dengan anggaran yangg lebih terbatas, agar ingin hasilnya lebih banyak, baik dari segi jalan, pengairan, macam-macam. Ini adalah gunanya teknologi campuran untuk menghasilkan kualitas yang bagus,” paparnya.

Pembangunan Overpass Antapani yang menghabiskan anggaran Rp35 miliar ini merupakan proyek kerja sama antara Pusjatan Kementerian PUPR, Pemerintah Kota Bandung, dan Pemerintah Korea.

Adapun rinciannya terdiri Rp.22 miliar dari Pusjatan Kementerian PUPT, Rp10 miliar dari Pemkot Bandung, dan Rp3 miliar dari Pemerintah Korea dalam bentuk komponen material.(rm/arh)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …