Kasus Penodaan Budaya Sunda, Kaprabuan ‘Sumedang Larang’ Tak Cabut Laporan

Elemen masyarakat Sunda melayangkan surat desakan ke Polda Jabar agar kasus penodaan budaya Sunda yang diduga dilakukan imam besar FPI Rizieq Shihab dituntaskan.

Elemen masyarakat Sunda melayangkan surat desakan ke Polda Jabar agar kasus penodaan budaya Sunda yang diduga dilakukan imam besar FPI Rizieq Shihab dituntaskan.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Kecaman penodaan budaya Sunda yang diduga dilakukan imam besar FPI Rizieq Shihab terus bergulir. Selasa (24/1), 16 elemen masyarakat Sunda mendesak Polda Jabar mengusut plesetan kata sampurasun menjadi campur racun.


Ketua Karatuan Majelis Adat Sunda, Ari Mulia Subagja mengatakan, kasus penodaan budaya Sunda yang dilakukan Rizieq Shihab murni tindak pidana umum. Sebab, kata Ari, Rizieq Shihab mengucapkan kata tersebut langsung di depan umum dan tidak melalui sarana elektronik/internet, sehingga perkara tersebut murni pidana umum.

“Untuk itu, kami 16 elemen masyarakat Sunda mendesak Polda Jabar segera menusut tuntas kasus ini. Rizieq Shihab harus mempertangungjawabkan segala ucapannya. Kami juga menuntut kepastian hukum dan tegaknya hukum di negara ini,” tegas Ari di Bandung, Selasa (24/1).

Elemen ini juga menuntut seluruh aparatur negara yang berwenang dan stakeholder untuk bertindak tegas terhadap semua perilaku penyebaran kebencian dan penistaan agama, dasar negara, budaya dan lingkungan hidup, serta mengapresiasi sikap tegas TNI dan Polri dalam menjalankan tugas konstitusionalnya.

“Kami juga tegaskan, bahwa kasus plesetan ucapan sampurasun menjadi campuracun oleh Rizieq Shihab tidak pernah dicabut di Polda Jabar. Makanya kita berkumpul untuk menegaskan terhadap perkembangan kasus di Polda Jabar,” jelas Ari.

Elemen masyarakat Sunda ini terdiri dari Sunda Pergerakan, Sunda Kiwari, Majelis Adat Sunda, KMS Langit Nusantara, PMII Uninus, Paguyuban Murid Usik Panca Gadjah Putih MPP, Patriot Soenda Padjadjaran, Nusantara Centre, Pastapa Nusantara, Paguron Usik Penca Gajah Putih, Komunitas Mayang Sunda, Bambu Runcing, Padepokan Jogo Jemuran, Ibu Pertiwi, Lantera Nusantara dan Padepokan Topeng.

Sebelumnya, kasus ini ada dua laporan dari AMS dan Prabu Kaprabuan Sumedang Larang H Otong Hasan dengan laporan polisi LPB/1029/XII/2015/Jabar tertanggal 21 Desember 2015 dan tidak pernah mencabut laporannya di Polda Jabar.

Kasus ini ditangani Direktorat Reserse Krininal Khusus karena menyangkut Undang-Undang ITE, yang saat ini kasusnya sudah dilimpahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar. (man/mun)

Loading...

loading...

Feeds

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …