Warga Cigadung Keluhkan Galian PDAM Tirtawening Kota Bandung

PDAM Tirtawening Kota Bandung

PDAM Tirtawening Kota Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Warga RW 10 Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying kaler, Kota Bandung, keluhkan galian Perusahaam Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung.


“Jadi dulu, kalau PDAM ada pengerjaan galian bekasnya gak diberesin lagi, jadi mengganggu ke masyarakat,” ujar Direktur Utama (Dirut) PDAM lagu Kota Bandung, Sonny Salimi, kepada wartawan Jumat (20/1).

Sonny mengatakan, sekarang galian tersebut sudah diperbaiki, dan ke depan tidak akan ada lagi lubang karena eks galian yang tidak diperbaiki.
Sonny juga mengatakan warga sekitar protes dengan program sambungan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang merupakan program Kementerian Pengerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPera).

Karenanya, lanjut Sonny, pihaknya memberikan penjelasan kepada masyarakat, bahwa waktu yang disediakan pemerintah pusat memang tidak banyak. Sehingga sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat kurang.

“Kan kami hanya diberi waktu dua Minggu untuk menyerahkan data MBR yang akan mendapatkan bantuan pemasangan sambungan PDAM,” papar Sonny.

Kini, lanjut Sonny pihaknya sudah memberikan 10 ribu daftar MBR ke KemenPUPera. Setelah itu KemenPUPera yang akan melakukan verifikasi dan memilih 7 ribu MBR yang akan mendapatkan bantuan.

“Kuota MBR yang berhak mendapatkan bantuan memang hanya 7 ribu,” terangnya.

Hal lain yang menjadi pembicaraan dengan warga sekitar adalah, masih kurangnya pelanggan PFsM di kawasan tersebut. Berdasarkan data PDAM, warga yang ada di kawasan tersebut sekitar 25 ribu, sementara sambungan PDAM baru ada 2100.

“jumlahnya kecil sekali kan. karenanya, kami menginginkan adanya tambahan Sabungan, minimal sampai 80 persen. Tapi target tahun ini 60 persen dulu,” paparnya.

Namun, lanjut Sonny, pihaknya meminta bantuan masyarakat agar bisa melakukan pengembangan jaringan dengan swadana

“Kami kan sudah menyiapkan Sabungan utama, warga menyiapkan pengembangan jaringan?,” tambahnya.

Kalau konstruksi tanah di kawasan tersebut belum dibeton, menurut Sonny satu rumah bisa menyumbang Rp300 ribu- Rp500 ribu. Tapi kalau sudah dibeton akan lebih mahal.

“Karena pembeda biayanya ada di sana,” tambah Sonny.
Dengan infrastruktur yang dibangun secara swadana, Sonny mengatakan harapannya, agar warga memiliki rasa memiliki yang tinggi. Sehingga, imut menjaga infrastruktur tersebut.

“Selain itu, kalau ada pencurian air juga ikut mengawasi,” harapnya.

Meski ada tambahan Sabungan baru nantinya di kawasan Cibeunying kaler, namun Sonny mengatakan pihaknya akan berusaha agar tidak ada pengurangan debit air ke pelanggan lama.

“Justru, ini bisa mengurangi jumlah air yang hilang. Karena air yang hilang atau dicuri, nantinya akan dialirkan ke pelanggan baru yang resmi,” pungkasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …