Buku Bajakan Marak, Kemendikbud Dinilai Lemah

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Pembajakan buku di tanah air, tiada habisnya. Bahkan, produk yang seharusnya belum beredar, tapi sudah muncul di pasaran. Misalnya buku-buku pelajaran sekolah untuk murid SD/MI. Buku-buku tersebut bisa diperoleh di pasar buku Palasari, Bandung. Sebut saja buku berjudul Pengalamanku (tema 5) untuk kelas 1 SD/MI, Cita-Citaku (tema 6) untuk kelas IV SD/MI, dan Indahnya Keberagaman di Negeriku (Tema VII) kelas IV SD/MI.


Ketua Persatuan Percetakan Grafika Indonesia (PPGI) DPD Jabar, Dedy Firmansyah menduga, peredaran buku-buku itu karena kebocoran file film dari buku-buku tersebut. Padahal, penetapan pemenang (MoU) untuk penerbit yang ditunjuk pihak Kemendikbud sendiri, belum ada.

“Ini jelas-jelas tidak benar. Harus diambil tindakan tegas oleh pihak berwenang karena menyalahi aturan. Bagaimana buku-buku ini bisa beredar sementara nama pemenang tender saja belum ada, kan aneh,” tandas Dedy di Bandung, Jumat (20/1).

Pembajakan ini selalu terulang. Karena itu, Dedy meminta Kemendikbud benar-benar melakukan pengawasan, agar tidak ada lagi oknum yang bermain dengan penerbitan buku buku pelajaran, khususnya yang membocorkan file film buku tersebut. “Mereka harus ditindak tegas,” kata Dedy.

Pemerhati dunia pendidikan, M Syafrin Zaini, juga menilai maraknya pembajakan buku pelajaran karena lemahnya pengawasan Kemendikbud. Jika demikian, ia khawatir, buku-buku bajakan akan terus terjadi. “Nah kalau seperti itu, siapa yang bertanggung jawab?” tanya pria yang juga pengurus PWI Jabar ini.

Karena itu, ia berharap, buku-buku kurikulum 2016 untuk SD/MI semester II yang beredar saat ini, jika belum diumumkan secara resmi, sebaiknya segera ditarik kembali.

“Jangan ada pihak-pihak tertentu menggandakan sesuai e-katalog dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang (LKPP) dan Kemendikbud. Jika tidak ada oknum yang membocorkan file film itu, maka buku-buku pelajaran yang akan digunakan pada semester berjalan, tentunya belum beredar,” kata Syafrin. (mun)

Loading...

loading...

Feeds

Habib Rizieq Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com,JAKARTA– Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab minta maaf karena beberapa waktu lalu dirinya membuat kerumunan massa …

Libur Natal-Tahun Baru Dipangkas 3 Hari

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA– Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) akhirnya jadi dipangkas. Pemerintah memutuskan mengurangi jatah libur Nataru selama …