Astaga.. Bayi Enam Bulan Positif Sabu

Bayi enam bulan tertidur pulas saat digendong R istri DN di ruang BNNK Palangka Raya. (Jamil/Kaltengpos)

Bayi enam bulan tertidur pulas saat digendong R istri DN di ruang BNNK Palangka Raya. (Jamil/Kaltengpos)

“Setelah dilakukan tes, ternyata semuanya positif sabu. Dari pengakuan DN dan R, keduanya menggunakan sabu di kediamannya. Di dalam satu ruangan kecil. Dimana ruangan tersebut juga terdapat bayi tersebut. Dari pihak dokter memeriksa, kemungkinan bayi tersebut positif karena masih menyusu kepada ibunya. Serta, menghirup asap sabu,” ujar Soedja’I.


DN mengaku baru menjadi pengedar selama satu bulan terakhir. Demikian juga dengan R, setelah suaminya menjadi pengedar, dia juga ikut menikmati barang haram tersebut. Karena positif sabu, dikatakan oleh Soedja’I saat pemeriksaan, bayi perempuan itu sempat mengalami panas tinggi.

“Mereka mengaku menggunakan sabu setiap dua atau tiga hari sekali. Menggunakannya di dalam kios itu. Suaminya ditahan karena sebagai pengedar. Sedangkan sang istri dan bayi akan direhab. Bayinya itu kemarin sempat panas tinggi hingga 39 derajat celcius,” lanjutnya.

Kalteng Pos (grup pojokbandung.com)melakukan penelusuran terhadap kediaman dari DN dan R. Keduanya tinggal bersama mertua, di sebuah bangunan kayu yang berukuran kurang lebih 3X6 meter.

Selain berbisnis sabu, di atas bangunan yang berdiri di Ruang Terbuka Hijau (RTH) tersebut, DN juga berjualan sembako dan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dan solar. Di tempat itulah, pihak BNNK berhasil meringkus DN.

“Saat mendapat informasi dari masyarakat akan ada transaksi sabu, maka dilakukan penyelidikan hingga penangkapan terhadap pelaku berinisial DN, pada Kamis (19/1) sekitar pukul 00.30 WIB, di depan kiosnya” ujarnya dalam pers rilisnya.

Loading...

loading...

Feeds