Disoroti Soal Pungutan Sekolah, Ini Jawaban Kemendikbud

Ilustrasi siswa

Ilustrasi siswa

POJOKBANDUNG.com- DIGEMPUR isu melegalkan pungutan sekolah, Kemendikbud akhirnya angkat suara. Mereka menjelaskan segala bentuk pungutan sekolah tetap dilarang. Yang boleh adalah bantuan dan sumbangan. Peran Komite Sekolah direformasi untuk menampung bantuan dan sumbangan ini.


Irjen Kemendikbud Daryanto menjelaskan munculnya kabar diperbolehkannya pungutan di sekolah itu imbas dari terbitnya Permendikbud 75/2016. “Padahal di Permendikbud tentang Komite Sekolah itu, tertulis jelas bahwa pungutan tidak diperbolehkan,” katanya.

Daryanto menjelaskan di Permendikbud itu sudah dijabarkan definisi dan pengertian pungutan, sumbangan, dan bantuan. Memang di lapangan nantinya ketiganya bisa rancu. Maka disitu fungsinya Komite Sekolah untuk melakukan pengaturan.

Dia menegaskan meskipun Komite Sekolah disahkan oleh kepala sekolah, posisinya tidak di bawah sekolah. Dia menegaskan Komite Sekolah itu mitra kepala sekolah.

Supaya fungsi Komite Sekolah benar-benar kuat, komposisinya juga diatur. Jumlah anggota Komite Sekolah berkisar 5 sampai 15 orang. Komposisinya meliputi tokoh masyarakat, pakar pendidikan, dan orangtua atau wali siswa.

Supaya fungsi Komite Sekolah maksimal, dinas pendidikan setempat melalui pengawas sekolah juga bisa ikut aktif mengawasi keberadaan komite sekolah.

Komite juga wajib membuka rekening atas nama komite sekolah untuk menampung dana. Kemudian uang yang terkumpul dipublikasikan kepada seluruh warga sekolah, wali murid, dan masyarakat umum. Dia juga berpesan dalam melakukan perencanaan kegiatan, komite tidak membuat kegiatan yang aneh-aneh atau berlebihan.

“Tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan harua diutamakan,” pungkasnya.

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …