Sebarkan!!! Gubernur Jabar Larang Sekolah Mematok Tarif Sumbangan

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan membolehkan sekolah melakukan pungutan. Asalkan itu sesuai aturan yang berlaku, sekolah boleh menerima sumbangan.


Heryawan melarang sekolah, melakukan kegiatan bisnis apapun dengan menarik pungutan dari orangtua siswa yang termasuk kategori pungutan liar (pungli).

“DSP (dana sumbangan pembangunan) itu dibolehkan Undang-undang. Diawal tahun ajaran suka ramai karena ada DSP, yang tidak diperbolehkan itu mengharuskan dengan mematok besaran terkecil berapa, itu yang tidak boleh,” jelas Heryawan.

Heryawan pun menekankan seluruh sekolah memberikan transparasi penggunaan anggaran sehingga tidak menimbulkan prasangka buruk. DSP pun mesti digunakan demi menunjang kegiatan akademik siswa.

Ia mengingatkan sekolah tidak melakukan kegiatan komersialisasi, semisal melakukan penjualan seragam dan buku referensi pelajaran. “Jangan jual buku, sediakan saja di koperasi, jangan dikelola guru, dengan tidak memaksa murid beli di sana,” ungkapnya.

Hal tersebut, menurut Heryawan dihentikan demi menyelamatkan martabat guru, sebab guru harus menjadi figur, agar saat melakukan pengajaran dihormati muridnya. Adapun jika hal itu merupakan tambahan pendapatan untuk guru, maka pihaknya telah menambah pendapatan para guru dengan adanya TPP.

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …