Edan…Perempuan Ini Sudah Curi 50 Motor di Kota Malang

Rini, Ratu Curanmor (istimewa/facebook)

Rini, Ratu Curanmor (istimewa/facebook)


POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI
–Sepandai pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Begitulah peribahasa yang pantas dialamatkan pada Ririn. Perempuan berusia 30 tahunan asal Banyuwangi ini bisa dijuluki ratu pencuri motor di Kota Malang. Karena selama ini aksinya selalu sukses. Betapa tidak, meski seorang perempuan, dia telah mencuri tak kurang dari 50 motor dengan aksi tunggalnya. Namun, pada Kamis lalu (12/1), kelihaiannya itu terhenti juga. Pasalnya, tim reserse Polres Kota Malang berhasil membekuknya.


Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan Ririn ini tergolong berbeda. Dia selalu beraksi dengan menyaru (menyamar) mencari tempat kos-kosan. Setelah memberikan down payment (DP, uang muka) kepada pemilik kos sebesar Rp 50 ribu, dia kemudian menginap semalam.

Hari berikutnya, dia mendekati korbannya dengan cara memberi buah. Ririn juga selalu bersikap sok akrab. Setelah dirasa akrab, dia pura-pura akan mengambil barang dan meminjam sepeda motor milik salah satu korbannya (anak kos lain). Begitu motor diberikan, Ririn membawanya kabur.
Aksi Ririn tersebut kerap dikeluhkan para penghuni kos putri di Kota Malang. Dia bahkan dikenal sebagai perempuan misterius yang selama ini meneror anak-anak kos. Dia setidaknya telah membuat resah masyarakat selama satu tahun ini. Sebab, Ririn mencuri dengan modus penipuan di banyak tempat.

Berdasarkan informasi yang didapat koran ini, pelaku bernama Ririn yang berasal dari Banyuwangi. Tetapi selama ini dia tinggal di kawasan Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Dari sana, dia selalu mengincar korbannya yang merupakan anak kos putri di Kota Malang.
Korbannya pun beragam, mulai dari mahasiswi hingga pekerja. Terutama yang tinggal di daerah Kecamatan Lowokwaru. Sebab, di sana ada banyak kampus serta kos-kosan.

Terakhir dia beraksi di Jalan Banten, Kecamatan Klojen, satu minggu lalu atau pada Jumat (6/1). Di sana, dia mencuri sepeda motor milik anak kos bernama Silmy Dwi Kurnia. Sehingga Silmy kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang Kota.
Dalam beraksi, Ririn menyaru mencari kos-kosan. Dia mengaku bekerja secara freelance. Lalu dia beralasan pindah kos karena ibu kosnya galak. Saat pindah, pelaku tidak pernah membayar lunas biaya kosnya. Dia hanya membayar uang down payment saja. Setiap pemilik kos yang dia hampiri, hanya diberi uang Rp 50 ribu.

Setelah itu, pelaku lalu menginap di kos selama satu malam dengan membawa beberapa kardus ke dalam kamar. Tetapi di dalam kardus itu hanya ada satu potong pakaian saja.
Dari sinilah, dia lanjut berkenalan dengan calon korbannya (anak kos lainnya). Agar tidak mencurigakan, pelaku kemudian menawarkan potongan buah kepada korban. Sehingga korban berpikiran bahwa dia bukanlah penjahat.
Dalam membeli buah, pelaku juga tidak sembarangan memilih. Dilihat di pasaran sedang musim apa. Misal sedang musim salak, maka itulah yang akan diberikan kepada korbannya.

Setelah akrab dengan korban, Ririn langsung melancarkan aksi dengan meminjam sepeda motor. Dia beralasan untuk keperluan mengambil sisa pakaian lama yang tertinggal atau hendak fotokopi identitas dirinya.
Setelah akrab dengan korban, Ririn langsung melancarkan aksi dengan meminjam sepeda motor. Dia beralasan untuk keperluan mengambil sisa pakaian lama yang tertinggal atau hendak fotokopi identitas dirinya.

Bak dihipnotis, korban biasanya mengiyakan saja permintaan pelaku. Caranya dengan menyerahkan kunci motor dan terkadang juga surat tanda nomor kendaraan (STNK). Setelah itu, dia kabur dan menghilang.
Dengan modus seperti ini, di Polsek Lowokwaru saja dia sudah dilaporkan oleh 22 korbannya. Dan jika dijumlah dengan laporan-laporan lain yang masuk di polres serta polsek jajaran lainnya, sekitar 50 motor lebih yang sudah dia curi.
Motor-motor ini oleh pelaku kemudian dijual di daerah Jember hingga Banyuwangi. Varian harganya mulai dari Rp 2 juta–Rp 3 juta. Dan diduga kuat, dia tidak sendirian dalam melancarkan aksinya.

Kemarin (13/1), penangkapan ini menjadi viral di media sosial (medsos). Salah satu akun Facebook bernama Gesly Xuan meng-upload dua foto pelaku di Facebook Komunitas Peduli Malang. Dia menuliskan: Wahai saudara-saudari, malingnya ketangkep. #terimakasihpolisimalang.*hanya meneruskan kabar gembira ini. Thx.

Posting-an itu kemudian ramai mendapatkan tanggapan dari pengguna medsos lainnya. Sejak siang hingga sore hari, sudah ada ratusan komentar. Demikian juga jumlah like yang mencapai dua kali lipat dari yang berkomentar.
Silmy Dwi Kurnia, salah satu korban kepada Jawa Pos Radar Malang juga membenarkan jika pelaku sudah ditangkap. Hanya saja, dia menyayangkan jika motornya ternyata sudah dijual. ”Tadi (kemarin) saya sudah ke polres untuk mengkroscek. Dan memang benar, perempuan itu yang mencuri motor saya,” terang dia.

Silmy menjelaskan, saat pelaku terakhir beraksi itu beruntung dia sempat memotretnya. Lalu potret itulah yang dia serahkan kepada polisi. ”Yang ditangkap sesuai dengan yang ada di potret,” tutur dia.
Ketika wartawan koran ini mengkroscek ke korban lainnya, Rae Shella Tivani, mahasiswi di salah satu perguruan tinggi ini juga membenarkan jika perempuan dalam foto itu adalah orang yang mencuri motornya dulu. ”Iya benar, itu pelakunya. Habis ini (kemarin) saya mau ke polres,” papar Rae.
Ketika itu Rae masih mengingat kejadian yang menimpanya. Dia seperti orang yang dihipnotis ketika memberikan motor beserta kuncinya. ”Waktu itu dia (pelaku) memberi semangka. Habis itu pinjam motor, alasannya mau ambil sisa pakaian di tempat kos lama,” imbuh Rae.

Terpisah, ketika dikonfirmasi Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono tidak menampik tentang adanya penangkapan ini. Dia berjanji akan segera merilis kepada awak media. ”Silakan koordinasi dengan humas,” singkatnya.
Hingga kemarin, pelaku masih menjalani pemeriksaan di unit reserse mobile. Petugas masih mengembangkan serta mengusutnya. Terutama untuk mencari motor-motor yang telah dia curi. (zuk/c2/lid/JPG)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …