Naik Heli, Kapolda Jabar Temui Pendemo Habieb Rizieq

Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan yang datang dengan menggunakan helikopter langsung menemui pengunjuk rasa di lapangan upacara Polda Jabar.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan yang datang dengan menggunakan helikopter langsung menemui pengunjuk rasa di lapangan upacara Polda Jabar.


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG
– Dugaan penghinaan Pancasila yang dilakukan imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habieb Rizieq berbuntut panjang. Massa yang datang dari sejumlah organisasi massa (Ormas) menuntut Habieb diperiksa di kantor Mapolda Jabar, Rabu (11/1).


Massa ditemui langsung Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan. Kapolda tiba dengan menggunakan helikopter sekitar pukul 09.30 di lapangan upacara Polda Jabar. Di hadapan massa, Anton meminta dalam menyampaikan pendapat harus dilakukan dengan tertib dan taat hukum.

“Kami coba menerima aspirasi perwakilan dari masing-masing ormas dan LSM,” ujar Kapolda.

Sementara Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, pihaknya sudah mempelajari video yang beredar terkait dugaan penghinaan Pancasila. Pemeriksaan akan dilakukan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk 10 saksi ahli.
Yusri menegaskan, sampai saat ini Habieb Rizieq belum memenuhi panggilan pemeriksaan. Upaya penjemputan paksa akan dilakukan setelah dua kali pemanggilan.

“Jika tidak hadir lagi, Polda Jabar akan jemput paksa. Jika Kamis tidak hadir, akan dilakukan upaya paksa akan dilakukan pada Jumat,” tandasnya.

Sementara itu, dalam surat pernyataan Dewan Pimpinan Distrik Kota Bandung LSM GMBI, Moch Mashur (Abah) mengaku, prihatin dengan kondisi bangsa akhir-akhir ini, terutama krisis kepercayaan terhadap pemimpin, baik tingkat pusat sampai daerah.

“Ini akibat moral para pemimpin yang tidak bisa menjaga amanah rakyat, sehingga dampaknya meluas ke semua lini. Ditambah lagi dengan persoalan penistaan terhadap Pancasila sebagai simbol negara yang selama ini menjadi pandangan hidup berbangsa dan bernegara,” kata Abah.

Selain penistaan Pancasila, lanjut Abah, pelecehan budaya Sunda yang dilakukan Habieb juga belum direspons pihak kepolisian.

“Kata sampurasun yang merupakan doa dan salam bagi masyarakat Sunda diplesetkan yang telah menjadi bukti laporan dengan nomor LPB/1029/12-2015 Jabar tertanggal 21 Desember 2015 dengan nama pelapor Otong Hasan yang sampai sekarang kasusnya belum jelas,” ujar Abah.

Karena itu, ia mendesak Polda Jabar memberikan kepastian hukum atas kasus pelecehan Pancasila dan plesetan kata sampurasun menjadi campuracun yang dilakukan Habieb Rizieq. (man/mun)

Loading...

loading...

Feeds

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …