Harga Cabe Rawit Naik, Pemkot Bandung Budayakan Urban Farming

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Harga cabe rawit di sejumlah pasar di Kota Bandung mengalami lonjakan. Nah, untuk mengantispasi kenaikan harga cabe rawit, Pemkot Bandung sudah sejak lama membudayakan bercocok tanam dengan urban farming.


“Kami sudah sering membagikan bibit-bibit tanaman ke masyarakat untuk bisa ditanam dengan sistem urban farming,” ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Elly Wasliah, kepada wartawan, Jumat (6/1).

Seperti diketahui harga cabe rawit sekarang sangat fluktuatif, hingga menyentuh harga Rp100 ribu lebih per kilogram.
Menurut Elly, ini lantaran cuaca ekstrem di tempat penanaman cabe rawit. Selain itu, juga ada tanaman yang diserang hama.

“Curah hujan yang tinggi, membuat tanaman cabe rawit mudah berjatuhan bunganya. Sehingga tidak bisa tumbuh menjadi buah cabe rawit,” paparnya.

Ditambah dengan baru berlakunya hari besar seperti Natal danTahun Baru. Sehingga, permintaan cabe rawit cukup meningkat.
Elly mengatakan, inilah sebabnya, sejak lama Pemkot Bandung membudayakan bercocok tanam dengan urban farming. Agar masyarakat perkotaan bisa memenuhi kebutuhan sayuran mereka, setidaknya untuk keluarganya sendiri.

“Makanya, menurut saya, sekarang kenaikan harga cabe rawit tidak terlalu dirasa menganggu warga Kota Bandung. Karena mereka sudah bisa memenuhi kebutuhan mereka sendiri,” terangnya.

Bahkan, di kelurahan Pesanggrahan, kecamatan Ujungberung, ada satu RW yang sudah rutin memanen cabe rawit.
Sehingga, dalam waktu dekat, Elly mengatakan, pihaknya akan melakukan pemetaan, wilayah mana yang penanaman cabe rawitnya sudah bagus, maka bibitnya akan diminta untuk ditanam di wilayah lain.
Selain itu,tahun ini akan meningkatkan pembagian bibit sayur buah seperti cabe rawit.

“Kalau selama ini kan kami lebih banyak menanam sayur daun, sekarang akan lebih banyak di sayur buah,” tegasnya.

Sementara itu, meski harga cabe rawit sangat fluktuatif, namun Elly mengaku pihaknya tidak bisa melakukan operasi pasar.

“Yang bisa dilakukan itu hanya komoditas bahan pokok. Kalau cabe rawit kan bukan komoditas bahan pokok,” pungkasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …