Arema Abadikan Nomor Punggung 47 Ahmad Kurniawan

Achmad Kurniawan (kiri) ketika membela Arema Cronus -kini Arema FC- saat berhadapan dengan Bhayangkara FC. Foto Wahyu/Jawa Pos

Achmad Kurniawan (kiri) ketika membela Arema Cronus -kini Arema FC- saat berhadapan dengan Bhayangkara FC. Foto Wahyu/Jawa Pos

POJOKBANDUNG.com- DUKA mendalam menyelimuti Aremania dan Arema FC usai salah seorang pemain terbaik mereka, Ahmad Kurniawan meninggal, Selasa (10/1) sore kemarin.


Kiper senior yang juga diplot menjadi asisten pelatih untuk musim kompetisi 2017, Ahmad Kurniawan (AK), meninggal dunia setelah dirawat selama 12 hari, dia akhirnya dikabarkan meninggal sekitar pukul 17.30 WIB di RS Saiful Anwar, Malang.

Duka mendalam menyelimuti Arema, sebab AK-sapaan akrabnya- adalah pemain yang loyalitas dan dedikasi sangat tinggi terhadap tim. ”Totalitas dia kepada Arema jauh lebih dahsyat dari anak Malang sendiri. Padahal, seperti yang kita tahu, almarhum bukan asli Malang, melainkan dari Jakarta,” kata General Manajer Arema, Ruddy Widodo.

Memang, sepanjang kariernya sebagai penjaga gawang, AK banyak menghabiskan waktunya bersama Arema. Setelah memulai karir bersama Persita Tangerang selama lima musim (2001-2006), AK kemudian hengkang ke Arema.

Setelah itu, dia kembali mencari tantangan baru bersama Persik Kediri dan PS Semen Padang. Namun, AK sepertinya sulit dipisahkan dengan Kota Malang. Dia memutuskan membela Singo Edan-julukan Arema sejak 2010 hingga tutup usia kemarin.

Nah, atas dedikasi dan totalitas AK kepada Arema, manajemen memutuskan untuk mengabadikan nomor punggung 47 yang selalu dikenakan kiper 37 tahun itu. “Kami memutuskan untuk menge-lock nomor 47 sebagai bentuk pengormatan kepada jasa Almarhum,” ujar Ruddy.

Sebelumnya, AK selalu menggunakan jersey dengan nomor punggung 31 yang tidak lain adalah angka kelahirannya, 31 Oktober 1979. Namun, menurut Ruddy, saat ajang Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 bergulir, AK datang ke manajemen dan meminta agar nomor punggungnya diganti menjadi 47.

Kata Ruddy, permintaan almarhum saat itu, karena terinspirasi dengan senapan pemburu terbaik kelas dunia buatan Rusia, Avtomat Kalashnikova yang dibuat pada tahun 1947. Senjata tersebut memang lebih dikenal dengan sebutan AK 47. “Karena kebetulan inisial nama almarhum juga AK, dan dia sendiri yang minta nomor punggung 47,” jelasnya.

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …