Nasib Kirani, Bayi Tujuh Bulan Hidup tanpa Miliki Alat Kelamin

Kirani digendong ibunya.

Kirani digendong ibunya.

POJOKBANDUNG.com, SUMEDANG-Tatapan penuh harap terlihat dari raut wajah Enah Supianah (41), saat mengamati wajah putrinya yang tertidur pulas di atas pangkuan.


Pancaran matanya nampak berharap kesembuhan sang buah hati yang kini memiliki kelainan bagian tubuh dari anak-anak seumurnya.

Tinggal di sebuah rumah kontrakan seluas 2,5 x 3 meter di Kampung Bojong Eureun RT 01/04 Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Enah Supianah ibunda dari Kirani Rahmawati, putri yang lahir tanpa memiliki lubang kemaluan, mengharapkan agar anak bungsu dari enam bersaudara yang berumur 7 bulan itu, bisa sembuh layaknya bayi normal lainnya.

Sekilas, bayi perempuan cantik dengan bulu mata yang lentik itu tak terlihat memiliki kelainan. Bahkan, Enah baru mengetahui jika anak bungsunya tak memiliki lubang kemaluan saat Kirani berumur 3 bulan, ia tak sadar jika Kirani memiliki kelainan.

Bahkan bidan yang membantu kelahiran Kirani pun juga tak mengetahuinya.

“Awalnya saya tak menyangka bahwa anak saya mempunyai kelainan, baru diketahui kala Kirani tengah dimandikan. Pada saat membasuh alat vital Kirani, baru sadar saat melihat secara detail jika anak saya tak memiliki lubang kemaluan,” ujarnya kepada Radar Sumedang.

Enah mengaku pada usia kehamilan, jarang sekali memeriksakan kandungannya ke bidan maupun ke dokter. Pasalnya, ia tak memiliki biaya. Suaminya hanyalah seorang pedagang lap keliling.

“Waktu hamil tidak memiliki firasat atau pun mengalami keluhan, ya saya akui jarang memeriksa kandungan karena tak punya biaya,” ujarnya sambil matanya berkaca-kaca.

Ia menceritakan, pada usia kehamilan 6 bulan, suaminya Ade Amid yang merupakan ayah biologis dari Kirani harus berpulang menghadap Sang Khalik di usia 48 tahun.

“Suami saya meninggal lantaran mengidap penyakit TBC kronis. Sejak itulah saya harus berjuang sendiri melahirkan dan merawat Kirani,” ucapnya.

Enah pun akan terus berupaya agar bisa menyembuhkan anak bungsunya itu. Meskipun harus bersusah payah.

“Karena ini merupakan tanggung jawab saya selaku orang tuanya, saya akan tetap berupaya,” katanya.

Enah tak pernah berkecil hati, meski putri bungsunya yang lahir kondisinya kurang sempurna, ia akan tetap menjaganya. (toha)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …