APBD Telat Disahkan, Gaji PNS Pemkot Bandung Tidak Terpengaruh

Walikota Bandung Ridwan Kamil melantik 36 pejabat struktural eselon II dan III A di lingkungan Pemkot Bandung, Selasa (3/1/2017)

Walikota Bandung Ridwan Kamil melantik 36 pejabat struktural eselon II dan III A di lingkungan Pemkot Bandung, Selasa (3/1/2017)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Keterlambatan pengesahan APBD akibat perubahan SOTK baru, tidak akan berpengaruh pada gaji PNS di Pemkot Bandung.


“‎APBD ditetapkan atau tidak, tidak akan berpengaruh kepada gaji PNS. Karena itu masuknya ke kas cadangan rutin, itu kan hak PNS, jadi tidak nunggu APBD diketok atau tidak,” ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kepada wartawan, Rabu (4/1).

Dari volume APBD Kota Bandung yang mencapai Rp7 triliun, Ridwan Kamil mengatakan, akan lebih fokus untuk membiayai pembangunan infrastruktur, terlebih pengatasan masalah banjir.

“Biar enggak banyak dibully-lah. Walaupun sebenarnya, banjir sudah surut dalam empat jam,” kilahnya.

Ridwan Kamil mengakui, dengan keterbatasan APBD ini, dia tidak bisa leluasa melakukan pembangunan. Menurut catatannya, jika hanya mengandalkan APBD setahun hanya bisa memperbaiki 20 ruas jalan.

” Makanya sekarang gusar geser, sekarang urusan banjir harus beres, danau resapan,” terangnya.

Untuk membangun infrastruktur lebih pesat, Kota Bandung kini punya Bandung Infra Investama (BII). Ini adalah badan yang mengatur keuangan pembangunan di Kota Bandung, agar tidak bergantung kepada APBD.

“Kita berharap punya bendera membuat flyover-flyover seperti Antapani itu, ga usah nunggu APDB. Bisa dia aja mroyek sendiri, pinjem uang dari mana, kerjasama sama siapa. Tiba tiba tiga flyover dihadirkan oleh si BII. Inilah solusi saya terhadap keterbatasan APBD,” paparnya.

Mengingat, selama ini Pemkot Bandung mencari sumber dana lain melalui CSR. Namun, ternyata tidak bisa mengubah secara signifikan, karenanya dicari bantuan yang sistemnya partnership.

“Mudah-mudahan dalam tiga bulan, BII ini sudah bisa berjalan dengan terpilihnya direksi dan direktur utama,” harapnya.

Rdiwan Kamil mengaku, pembangunan Kota Bandung cukup tergantung pada pihak ketiga, baik itu pembangunan infrastruktur dan pembangunan ekonomi.

“Karenanya, selain melindungi pengusaha kecil dengan kredit melati. Juga memfasilitasi pengusaha besar, salah satunya dengan memberikan kemudahan perizinan,” paparnya.

Di sisi lain, Ridwan Kamil berharap kreativitas para pengusaha semakin diasah. Mulai dari kreatif dalam menciptakan inovasi baru, memberikan pelayanan dan kreatif dalam pemberian jasa.

“Karena kan orang datang ke Bandung itu mau buang uang. Jadi harus diberi pelayanan yang memuaskan,” terangnya. (mur)‎

Loading...

loading...

Feeds

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …