Lalai, Kabur Duluan..Nakhoda Kapal Zahro Express Akhirnya Tersangka

Kapal Zahro Express terbakar saat perjalanan ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta. IST

Kapal Zahro Express terbakar saat perjalanan ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta. IST

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Tiga hari pascainsiden terbakarnya kapal Zahro Express, polisi akhirnya menetapkan nakhoda Moh Nali jadi tersangka.


Direktur Polair Polda Metro Jaya, Kombes Hero Hendrianto Bachtiar mengungkapkan, Moh Nali selaku nakhoda atas kapal nahas tersebut telah resmi berstatus tersangka. Atas kelalainnya menakhodai kapal yang berujung pada insiden kebakaran itu mengakibatkan 23 orang meninggal dunia.

“Penyidik Ditpolair Polda Metro Jaya telah menetapkan tersangka terhadap nahkoda atas nama Moh Nali,” ujar Kombes Hero Hendrianto Bachtiar Selasa (3/1).

Hero Hendrianto menambahkan, atas kejadian itu, sang nakhoda yang merupakan asli warga Pulau Tidung itu dikenakan dengan Pasal 302 tentang melayarkan kapal yang tidak layak melaut dan menyebabkan kematian. “Ancaman penjaranya sepuluh tahun,” lanjut dia.

Dia juga menuturkan apa saja yang menjadi dasar mereka menetapkan nakhoda menjadi tersangka adalah dari keterangan saksi, surat manifest penumpang, crew list dan dokumen kapal.

“Penyidik menetapkan tersangka dan saag berita acara pemeriksaan, tersangka sudah didampingi kuasa hukum,” sambung dia.

Selain resmi menjadi tersangka, nakhoda itu juga kini menjalani penahanan di Polda Metro Jaya sebagai proses lebih lanjut.

Seperti diketahui, kapal yang menghubungkan Kali Adem-Pulau Tidung di perairan Pulau Bidadari, Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, terbakar pada Minggu (1/1).

Data dari BPBD DKI Jakarta, korban kebakaran kapal Zahro Express di Muara Angke mencapai ratusan orang. Rinciannya, 23 orang meninggal dunia, 17 orang luka-luka, 17 orang hilang dan 194 orang selamat.

Sebelumnya, salah satu korban selamat Kapal Motor Zahro Express terbakar Munaldi, 30 menceritakan detik-detik kebakaran kapal.

Munaldi menyayangkan dengan kondisi keselamatan di kapal serta awak kabin yang tak menjaga keselamatan para penumpang. Sebab, sesaat sebelum api terlihat di kapal, sejumlah awak kabin, di antaranya kapten kapal atau nakhoda Muhammad Nali lebih dahulu menerjunkan diri ke laut menggunakan rompi pelampung (life guard).

(elf/jpg/ca.pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Ada Efek Pegal-pegal dan Ngantuk

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Setelah disuntik vaksin, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana tidak berencana melakukan kegiatan yang terlalu berat. “Setelah …

Dinas Lingkungan Hidup Usulkan Perda TPU

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tempat Pemakaman Umum (TPU) …

Pemkab Belum Ada Rencana Perbaikan

POJOKBANDUNG.com, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, belum ada rencana untuk memperbaiki bangunan sekolah rusak yang terdampak banjir. Kepala Dinas …

Jembatan Cisokan Tak Kunjung Diperbaiki

POJOKBANDUNG.com, CIANJUR – Sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Cibanggala dengan pusat pemerintahan Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur ambruk diterjang air Sungai …

Dua Orang Tersangka Masih Buron

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Polres Cimahi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam bentrokan antar geng motor yang terjadi di Jalan Raya …

Kades Merem Melek, Takut Jarum Suntik

POJOKBANDUNG.com, TANJUNGSARI  – Lantaran belum pernah merasakan disuntik sejak 58 tahun. Kepala Desa Kutamandiri Caca Suryana menutup wajahnya dengan menggunakan …

147 Orang Akan di Test Swab

POJOKBANDUNG.com, PARONGPONG – Berdasarkan hasil tracing Puskesmas Ciwaruga terhadap kontak erat jamaah ziarah yang terpapar COVID-19 di Kampung Pangkalan RW …

Harapan Ekonomi di Tangan Petani

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Ditengah situasi pandemi Covid 19, program 5.000 petani milenial yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan …