‘Begitu Asap Mulai Tebal Saya Lompat ke Laut, setelah Itu Kapal Meledak’

Evakuasi mayat korban kapal wisata Zahro Express dan sebanyak 20 Kantong Jenazah Dibawa Keluar dari Kapal Wisata yang Terbakar di 1 mil dari pelabuhan Kali Adem Muara Angke Jakarta Utara. Foto: Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos

Evakuasi mayat korban kapal wisata Zahro Express dan sebanyak 20 Kantong Jenazah Dibawa Keluar dari Kapal Wisata yang Terbakar di 1 mil dari pelabuhan Kali Adem Muara Angke Jakarta Utara. Foto: Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos

POJOKBANDUNG.com- LARAS, 16, gadis belia asal Tambun, Bekasi, Jawa Barat itu terbaring lemah di ruang IGD Rumah Sakit Atmajaya, Penjaringan, Jakarta Utara. Gadis belia itu menderita luka bakar parah dua buah kaki dan tangannya dipenuhi luka bakar tragedi terbakarnya kapal Zahro Express di Muara Angke.


Tercampur air garam laut, Laras tak hentinya berteriak kesakitan. “Perih.. mah perih.. perih.. toloooongg. Perih ini,” teriak Laras di bangsal perawatan IGD RS Atmajaya, siang itu.

Kondisi itu membuat ibunya, Ika Jatmika Sari, 59, tak henti hentinya menangis. Ika tak kuasa melihat kondisi anaknya, sesekali ia berbisik meminta anaknya untuk tenang. Namun hal itu tak bisa berbuat banyak, sebab Ika masih tetap berteriak meminta tolong.

“Pengen usap badannya, tapi nggak bisa kan hampir semuanya kebakar, kulitnya jadi lembab,” keluh Ika sembari mengusap air mata menggunakan kerudung ungu.

Setelah disuntikan obat penenang, teriakan Laras berangsur surut. Meski demikian, dalam kondisi setengah sadar, Laras menceritakan bagaimana detail peristiwa naas itu terjadi, kebetulan saat kejadian Laras berada di Geladak kapal.

Geladak kapal kala itu dipenuhi asap hitam pekat. Nafasnya menjadi tersendat, lantaran kekurangan oksigen sesekali ia batuk lantaran asap tebal. Dengan tangan kiri menutup hidung dan mulut, Laras berjalan berlari menuju dek kapal melalui anak tangga Geladak. Namun hal itu menjadi sia-sia karena akses keluar lebih dahulu tertutup api membara.

Di tengah kepekatan asap tebal, Laras melihat beberapa penumpang dalam geladak mulai tak sadarkan kiri. Mereka diantaranya ada yang pingsan, terkena luka bakar dan berteriak kesakitan. “Di tengah asap itu, aku ngedengar suara kakak,” tuturnya sembari mencari sumber suara.

Sang kakak kemudian memecahkan jendela sekitar 50×50 sentimeter yang membuka akses geladak dan dek. Lewat itulah, Laras kemudian keluar dari geladak. Sebab itulah hampir sebagian tubuhnya terbakar, lantaran jendela sudah di penuhi api.

Meski kala itu perih menderita sekejur tubuhnya. Laras dan kakaknya kemudian loncat ke lautan dengan beberapa penumpang lain yang ikut terbakar. Rasa perih, karena luka tercampur garam tak terasa. Menggunakan pelampung sterofoam persegi. Keduanya kemudian menjauhi kapal yang tengah membara.

“Byarrr. Kapal setelah itu meledak, puing puing berhamburan keatas, dan beberapa diantaranya mengenai penumpang yang terapung,” tutur Ika menambahkan cerita itu.

Meski demikian, terkait apa yang menimpa anaknya, Ika sangat bersyukur. Meskipun seluruh tubuhnya nyaris mengalami luka bakar. Namun, Laras masih di selamatkan oleh Tuhan, termasuk wajahnya yang tak terkena luka bakar.

Saat kejadian, Ika sendiri terpisah jauh dari anaknya, Laras. Ika bersama dengan suami, dan anaknya bungsunya, Jafar, 8, berada di dek depan kapal menikmati pemandangan laut.

Di tengah kepanikan, suaminya kemudian melempar Ika dan Jafar ke tengah lautan. Ika terombang ambing. Rasa panik membuat seluruh tubuhnya menjadi menggigil dingin. Padahal, kala itu langit cerah, air laut cukup hangat.

“Setelah saya di tarik suami ketengah kerumunan orang yang terapung,” jelasnya. (Gugun Gumilar/jpg/ca)

 

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …