Ngeri Lihat Kondisi Korban Pembunuhan Sadis Pulomas

Petugas tengan memeriksa kondisi para korban kekejian kawanan perampok di Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta. (Selasa 27/12).

Petugas tengan memeriksa kondisi para korban kekejian kawanan perampok di Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta. (Selasa 27/12).

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Muhammad Agung Budijanto mengatakan, motif kejadian akan dijelaskan setelah semua saksi dan korban diperiksa.
“Nanti ya, nanti karena kita saat ini (penyelidikan) belum maksimal, sementara masih dalam proses,” kata dia.
Secara terpisah, warga bernama Lutfi mengaku tak habis pikir kenapa ada orang sesadis itu. Menyekap 11 orang di dalam kamar mandi.
Lutfi merupakan salah satu saksi mata yang ikut mendobrak pintu kamar mandi tersebut.
Lutfi melihat dengan mata kepala sendiri. Sebelas orang ditumpuk menjadi satu di dalam ruangan sempit. Jika melihat kondisi, Lufti yakin pelaku kejahatan tersebut sudah merencanakan aksi dengan baik.
“Pelaku ini pinter, sampai recorder untuk CCTV diambil. Nggak ada di lokasi,” kata Lutfi.
Lufti juga ikut melihat kamar-kamar milik keluarga Dodi. Semua kamar, katanya, tidak ada yang diacak-acak pelaku. Lufti mengatakan kamar-kamar dalam keadaan rapi.
“Nggak ada rusak,” kata dia.
Lutfi tidak tahu apakah kasus ini motifnya perampokan atau motif yang lain.
“Nggak manusiawi, ditaruh 11 orang jadi satu. Entah dianiaya dulu baru meninggal di situ, saya nggak tahu,” kata dia.
Enam orang meninggal dunia yakni Dodi Triono (59), Diona Arika Andra Putri (16 tahun, anak Dodi), Dianita Gemma Dzalfayla (9 tahun, anak ketiga Dodi), Amel (teman Dianita), Yanto, dan Tasrok (40). Yanto dan Tasrok adalah supir.
Kemudian, lima korban yang selamat yaitu Emi (41), Zanette Kalila Azaria (13 tahun, anak ketiga Dodi), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy. (net)


Loading...

loading...

Feeds