Gila! Gara-gara Mau Beli Miras, Remaja Ingusan Ngamuk dan Bunuh Penjaga Warnet

AT (kanan) diringkus usai membunuh. Foto: Hangusman/Samarinda Pos

AT (kanan) diringkus usai membunuh. Foto: Hangusman/Samarinda Pos

POJOKBANDUNG.com- HANYA karena ingin mencari tambahan uang untuk menenggak minuman keras (miras) jenis gaduk, seorang remaja berinsial AT (16) mengamuk di sebuah warnet di kawasan Jalan Kahoi, Sungai Kunjang.


Pengunjung warnet yang menolak memberi AT uang dipukul, namun tak ada yang berani melawan. Karena saat kejadian AT datang bersama beberapa temannya. Merasa ada yang berbuat onar dan mengganggu kenyamanan pengunjung di tempat kerjanya, David (24) pun coba menegur.

Tak terima ditegur, terjadilah cekcok pelaku dengan David. “Saat cekcok itu dia (David, Red) memukul saya menggunakan kursi plastik. Saya jadi emosi,” ujar AT, Minggu (25/12/2016).

AT pun mencabut badik yang terselip di pinggangnya. “Langsung saja dia saya tikam. Saya menikam sekali saja,” ujar AT.

Menyaksikan David terhuyung sambil memegang dadanya yang berdarah, AT dan teman-temannya pun langsung kabur. “Sebelum lari keluar warnet saya sempat lihat dia memegang dadanya yang berdarah,” ucapnya.

Kejadian itupun membuat pengunjung warnet dan warga sekitar geger. Apalagi saat kejadian David dengan sempoyongan berlari ke luar warnet untuk meminta pertolongan. Warga langsung melarikan David ke Rumah Sakit Dirgahayu.

Sayangnya saat menjalani perawatan intensif di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), nyawa pria berperawakan besar itu tak tertolong.

Polisi yang mendapat laporan keributan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Kami langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku, hingga kami amankan ,” terang Kapolsekta Sungai Kunjang Kompol Apri Fajar Hermanto.

Hasil pemeriksaan, sebelum kejadian pelaku bersama teman-temannya, Jaya, Ardan dan Robi menenggak miras di kawasan Revolusi. Setelah itu diajak cari uang tambahan beli miras. Nah, saat melintas di lokasi kejadian, AT dan teman-temannya yang datang berboncengan dengan menggunakan sebuah motor langsung berhenti dan masuk.

“Pengakuan pelaku (AT, Red) sementara, teman-temannya tak ikut melakukan aksinya. Dia hanya sendirian menganiaya korban (David, Red),” jelas Apri.(rin/nha/fab/ca)

Loading...

loading...

Feeds

DPRD Jabar Imbau Ponpes Taati Prokes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar M. Sidkon Djampi mengimbau para santri dan pengajarnya taati protokol kesehatan Covid-19. …

Kenaikan Sanksi Prokes Terbentur Pergub

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penerapan kenaikan sanksi denda untuk pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sulit dilakukan. Musababnya, realisasi sanksi tersebut harus melakukan …