PVMBG: Lokasi Jembatan Cisomang Rawan Pergerakan Tanah

Jembatan Cisomang Tol Purbaleunyi. Foto : Setgab.go.id

Jembatan Cisomang Tol Purbaleunyi. Foto : Setgab.go.id

POJOKBANDUNG.com- STAFF Ahli Bidang Mitigasi Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG), Sumaryono, menegaskan potensi pergerakan tanah di kawasan Jembatan Cisomang tol Purbaleunyi Kilometer 100+700, sebenarnya dapat diminimalisir jika kualitas teknik pembangunan memadai dan menyesuaikan dengan kondisi tanah tersebut.


“Di daerah situ ada batu lempung Jatiluhur. Karakternya, kalau bergerak dia lamban,” kata Sumaryono saat dikonfirmasi, Jumat (23/12).

Menurutnya, pergerakan tanah terjadi akibat serapan air hujan yang terus mengguyur kawasan tersebut. Oleh karena itu, tingkat kelembekan tanah terus meningkat. Apalagi, kata dia, kondisi tanah di pegunungan tersebut tergolong rawan terjadi pergerakan tanah.

“Karena hujan, itu, kalau basah, rawan. Tapi zona tinggi itu bukan berarti tidak bisa dibangun. Harus ada teknik pembangunan yang memadai,” tandasnya.

Sebelumnya, PT Jasa Marga selaku pengelola jalan tol melaporkan kondisi terbaru jalan Tol Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi). Pilar kedua (P2) jembatan Cisomang Tol Purbaleunyi mengalami pergeseran (deformasi) melebihi toleransi yang disyaratkan.

Seperti dilansir laman Setkab.go.id, Jumat (23/12), Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan PT Jasa Marga telah mendiskusikan kondisi terakhir Jembatan Cisomang KM 100+700 Jalan Tol Purbaleunyi pada Kamis, 22 Desember 2016.
Hasilnya, BPJT dan PT Jasa Marga diminta untuk membatasi beban lalu lintas yang melintasi Jembatan Cisomang. Selain itu, BPJT dan PT Jasa Marga juga diminta untuk melakukan pengalihan arus lalu lintas. (rmo/ca/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds