Awas Polisi Akan Tindak Klakson “Om Telolet Om”

POJOKBANDUNG.com- MABES Polri buka suara terkait fenomena demam “om telolet om” atau klakson telolet yang kian mewabah.


Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, Om ‎Telolet Om merupakan ekspresi diri yang dilakukan oleh anak-anak dan masyarakat.

Selain itu, Polri juga mengingatkan bahwa fenomena Om Telolet bisa mengganggu keselamatan serta membahayakan bagi pengemudi itu sendiri dan penumpang bus, pengguna jalan yang lain hingga anak-anak.

“‎Telolet itu ekspresi anak-anak, dan itu sah-sah saja. Tapi jangan sampai membahayakan dan anak-anak jadi korban,” ucap Martinus di Mabes Polri Jumat (23/12).

Sehingga ke depan, sebagai bentuk upaya persuasif, Polri akan melakukan patroli mengingatkan anak-anak jangan sampai menjadi korban karena bermain Om Telolet di pinggir jalan.

Karena posisi berdiri di pinggir jalan sangat berbahaya lantaran rawan bersinggungan, serta terserempet kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi.

“Telolet ini buat masyarakat dan anak-anak sukacita, kegirangan. Polri melihat ini ada frasa ganggu keselamatan lalu lintas. Kami akan lakukan upaya edukasi ke anak-anak, patroli, kalau ini bahaya,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai fenomena “Om Telolet Om” yang menggemparkan media sosil itu menandakan bahwa kebahagiaan sederhana dan tak berbiaya mahal.

Susanto melanjutkan, KPAI mengimbau kepada anak-anak di seluruh Indonesia agar tetap berhati-hati di jalan raya.

“Harus tetap hati-hati melakukan “perburuan telolet”, apalagi seringkali anak berdiri di pinggir jalan untuk menunggu bunyi “telolet” dari bus antar kota,” kata Susanto.

Tanggapan Susanto juga didukung Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar masyarakat tetap berhati-hati mengikuti fenomena ini.

Tren ini jangan sampai membahayakan diri atau mengganggu ketertiban umum. “Meski bahagia, khas dan menjadi trend baru, tetap berhati-hati, jaga keselamatan,” jelasnya.

 Apalagi jalanan penuh polusi udara yang tidak sehat. Pesan KPAI, lanjutnya, buatlah kreatifitas baru yang lebih produktif. “Buat tren baru lagi, itu jauh lebih bermanfaat,” tegas Susanto. (elf/jpg/pojokbandung)

 

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

KKI 2021 Dongkrak Pemulihan Ekonomi Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bank Indonesia Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Dekranasda Jawa Barat serta stakeholder terkait …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …