Terungkap! Guru Tewas Dikeroyok di Terminal Cicaheum Hanya Gara-gara Senggolan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Tatang Wiganda, guru Yayasan Atikan Sunda, tewas setelah dikeroyok sejumlah orang di Terminal Cicaheum, Bandung. Penyebabnya sepele, korban dan para pelaku saling bersenggolan.


Hal itu terungkap dalam berkas dakwaan dua terdakwa Riski Sofyandi Milad (28) dan Herpri Wardi Sibarani (29), saat persidangan di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (21/12).

Jaksa Penuntut Umum M. Himawan menuturkan, saat itu kedua terdakwa bersama dengan kedua orang lainnya berkumpul sambil menenggak minuman keras. Dirasa masih kurang, keempatnya pergi ke Terminal Cicaheum untuk membeli miras menaiki motor.

“Sebelum berangkat, terdakwa Herpri membawa sebuah golok kecil yang diselipkan di pinggang. Sementara, terdakwa Riski membawa sebuah pisau,” tutur Himawan, di Ruang VII PN Bandung.

Saat di perjalanan, Riski bersenggolan dengan korban yang berakibat terjadinya adu mulut. Tak terima dengan itu, Riski menendang motor korban dan korban pun membalas. Ssehingga terjadi saling tendang menendang hingga keduanya terjatuh.

Setelah kedua terdakwa dan korban saling berdiri, percekcokan masih terus berlangsung, yang berujung dengan bentrok fisik.

“Kedua terdakwa bersama satu orang lainnya mengeroyok korban. Karena terus diserang, dan kondisi yang tak seimbang, korban melarikan diri ke arah Jalan Antapani yang langsung dikejar para terdakwa,” papar Himawan.

Perkelahian masih terus terjadi, Herpri kemudian memukul Tatang dari arah belakang menggunakan batu sampai terjatuh. Usai terjatuh, Riski menendang korban, namun korban kembali berdiri.

Saat itu, Riski menyabetkan pisau ke paha korban dan menikamkan ke perut Tatang. “Setelah itu, para terdakwa bergegas pergi meninggalkan korban yang tergeletak berlumuran darah,” ungkap JPU.

Berdasarkan hasil visum et repertum Rumah Sakit Sartika Asih, korban mengalami luka tusuk di paha kiri, perut atas yang menembus rongga jantung, hingga terjadi pendarahan hebat, yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Karena aksinya itu, jaksa menjerat kedua terdakwa dengan Pasal 338 KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana tercantum dalam dakwaan pertama. Lalu, Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP, seperti tertera dalam dakwaan kedua.

Atau, Pasal 351 ayat (3) jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Keduanya terancam hukuman pidana hingga 15 tahun penjara. (nda)

Loading...

loading...

Feeds

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

Lubang Bak Kontrol Dibiarkan Terbuka

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Di Jalan Raya Soreang, tepatnya di depan perempatan lampu merah depan Komplek Pemerintah Kabupaten Bandung terdapat lubang …