Kejati Diminta Seret Semua Pelaku Korupsi Buku Aksara Sunda

moh-fauzan-rachman

moh-fauzan-rachman

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Proyek buku aksara Sunda tahun 2010 telah menyeret Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Asep Hilman (AH), ke balik jeruji besi di LP Sukamiskin, Bandung. Tersangka lain yang juga sudah ditahan adalah oknum Pokja ULP, Saiful Rohman.


Langkah penegakan hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar ini diapresiasi positif sejumlah kalangan. Hanya saja, Ketua Umum DPP LSM GMBI, Moh Fauzan Rachman SE, menyayangkan Kejati Jabar yang hanya menetapkan tersangka pada oknum ULP dan PPK saja, sementara dalam penyelidikan dan penyidikan kasus ini Kejati mulai dari bawah.

“Sehingga masyarakat tidak beranggapan ditetapkan tersangka dan penahanan AH, bernuansa politis,” ujar Fauzan kepada pojokbandung.com di Sekretariat DPP LSM GMBI, Jl Dalem Kaum, Bandung, Selasa (20/12).

Fauzan mengungkapkan, hasil investigasinya pada pengadaan buku aksara Sunda tersebut dengan HPS Rp 4.559.000.000 yang dimenangkan PT Gelora Megah Sejahtera beralamat di Jakarta Pusat. Penawaran perusahaan ini Rp 4.507.071.932.
Menurutnya, dari judul saja sudah ada kesalahan. Soalnya, lanjut dia, stok barang (buku aksara Sunda, red) kepemilikannya Adang Walatra (almarhum).

“Sehingga siapapun pemenang, barang tetap membeli pada Adang. Dan pemenang lelang wajib minta dukungan pada pemilik barang,” tandasnya.

Fauzan menambahkan, proses awal proyek ini sangat sulit, karena untuk masuk pada mata anggaran APBD Jabar 2010 tidak gampang. Lobi politik pun dilakukan kepada pihak-pihak terkait, sehingga proyek wah ini akhirnya mendapat restu dari eksekutif (gubernur) dan legislatif (DPRD Jabar).

Karena itu, kata Fauzan, pihak yang terlibat dalam persoalan ini tidak bisa begitu saja lepas dari sangkaan. Pasalnya, kata dia, sistem keproyekan disitu ada direktur PT Gelora Megah Sejahtera selaku pemenang, PPTK berinisial ES yang topoksinya berperan dalam masalah teknis, MR (bendaraha proyek), panitia pemeriksa barang dan panitia pengiriman barang. “Termasuk yang harus bertanggung jawab mantan Kadisdik Jabar WZ,” tegas Fauzan.

Tak hanya itu, Fauzan juga mendesak Kejati untuk membongkar pihak-pihak lain yang turut menikmati anggaran proyek ini. “Kami minta aliran dana buku aksara Sunda 2010 ini dibongkar Kejati,” tegas Fauzan. (man/mun)

Proyek Buku Sunda  :

– Nilai proyek Rp 4.559.000.000
– Pemenang PT Gelora Megah Sejahtera
– Penawaran pemenang Rp 4.507.071.932
– Kepemilikan perusahaan Adang Walatra (almarhum)
– Awalnya proyek ini sangat sulit, karena untuk masuk pada mata anggaran APBD Jabar 2010 dilakukan lobi politik kepada pihak-pihak terkait, hingga akhirnya direstui eksekutif (gubernur) dan legislatif (DPRD Jabar).

Pihak Yang Diduga Terlibat :
– Mantan Kadisdik Jabar WZ
– Direktur PT Gelora Megah Sejahtera selaku pemenang
– PPTK berinisial ES yang topoksinya berperan dalam masalah teknis
– MR bendaraha proyek
– Panitia pemeriksa barang
– Panitia pengiriman barang

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …