Ini Penjelasan Ketua MUI Soal Maksud Fatwa Atribut Natal

Ketua Umum MUI Maruf Amin

Ketua Umum MUI Maruf Amin

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin mengatakan, fatwa tentang hukum penggunaan atribut keagamaan nonmuslim di mal-mal, sepenuhnya ditujukan kepada umat Islam.


Bukan ditujukan bagi penganut agama nonmuslim.

“Jadi fatwa ini sepenuhnya ditujukan pada umat Islam untuk menjaga akidah. Fatwa ini juga melarang menggunakan atribut keagamaan nonmuslim, karena bertentangan (dengan ajaran agama Islam,red),” ujar Ma’ruf dalam konferensi pers yang digelar di kantor MUI, Selasa (20/11/2016).

Menurut Ma’ruf, fatwa yang dikeluarkan MUI selalu mengutamakan prinsip. Yaitu adanya kesadaran, saling menghormati dan tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain.

“Kalau dibilang melanggar kebhinekaan, salah. Jangan dirusak, jangan umat Islam disuruh menggunakan atibut nonmuslim,” ucap Ma’ruf.

Lebih lanjut Ma’ruf menjelaskan, fatwa bukan sesuatu yang aneh. Apalagi selama ini, pemerintah juga kerap meminta fatwa dari MUI.

Misalnya saat hendak mengeluarkan kebijakan terkait imunisasi. Kemudian juga terkait aborsi, vaksin, asuransi, perbankan syariah, maupun sejumlah hal lain.

“Jadi tidak benar kalau fatwa MUI buat gaduh, justru ditunggu dan diminta untuk dibuat. Ini juga diminta oleh masyarakat, bagaimana mereka menyikapi kondisi yang ada,” ujar Ma’ruf.

MUI menurut Ma’ruf, mengapresiasi berbagai pihak, khususnya kepolisian dan pemda yang menjadikan fatwa tentang hukum penggunaan atribut keagamaan nonmuslim di mal-mal, sebagai rujukan ketertiban di Indonesia.

“Saya tahu, ada beberapa polres dan pemda gunakan ini dan kami apresiasi, karena fatwa MUI rujukan bagi pemda dan pusat,” pungkas Ma’ruf. (gir/jpnn/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …