DPRD Jabar Susun Jadwal Revisi Perda RTRW

Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari

Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-DPRD Jawa Barat (Jabar) segera menyusun jadwal rencana pembahasan revisi peraturan daerah rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Jawa Barat terkait pembangunan Pelabuhan Laut Patimban, Subang. Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi mengatakan, pihaknya pekan ini sudah menerima surat permohonan dari Gubernur Jabar Ahmad Heryawan juga terkait revisi RTRW Jabar.

Pihaknya pun menerima surat terkait hal yang sama dari Menko Maritim. Dia memastikan, dewan berkomitmen akan segera menindaklanjuti ini. “Revisi Perda hendak dijadwalkan di Bamus DPRD dalam pekan ini,” kata Ineu di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Senin (19/12).

Namun, Ineu belum bisa memastikan apakah revisi perda ini bisa tuntas dalam waktu dua pekan seperti yang dijanjikan Gubernur. Menurutnya keputusan terkait jadwal harus dibahas terlebih dahulu di Bamus yang akan melibatkan Pemprov Jabar.

“Kami berharap di Desember 2016 ini sudah tuntas dibahas karena hanya satu pasal, karena 2017 proyek ini sudah harus jalan,” tuturnya.

Menurutnya, dalam revisi nanti, Pemprov Jabar mengajukan perubahan pasal lokasi pelabuhan yang awalnya di Cimalaya, Karawang menjadi Patimban, Subang. Ineu memastikan dewan tidak akan memperlambat proses revisi karena menyadari bahwa pembangunan pelabuhan besar di utara sudah mendesak.

“Patimban akan mendongkrak perekonomian di bagian utara,” ujarnya.

Ineu menilai, keberadaan Pelabuhan Patimban tidak hanya menguntungkan daerah tersebut namun Jabar secara umum.
Pembangunan Patimban sudah ditunggu sejak lama, dimana keberadaan pelabuhan membuat arus lalu lintas barang akan makin mudah. “Tentu keuntungannya akan dirasakan oleh Subang karena selain ekonomi meningkat, infrastruktur juga makin maju, harapannya kesana,” katanya.

Keuntungan lainnya juga para pengusaha di kawasan industri yang ada di kawasan utara Jabar akan memanfaatkan Patimban dibanding harus mengirim barang ke Tanjung Priok yang membuat lalu lintas DKI makin padat. “Dipastikan kawasan industri di utara akan mendapatkan keuntungan dibanding harus ke Priok,” paparnya.(mun)

Loading...

loading...

Feeds