Duh… Masjid Dua Lantai dan 7 Kamar Karyawan di Kircon Hangus Terbakar

puing sisa kebakaran. (asep rahmat)

puing sisa kebakaran. (asep rahmat)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sebuah bangunan masjid dua lantai dan tujuh kamar karyawan (mess) milik pabrik kerupuk mekar sari di Kampung Gangdesa, Jalan Terusan Soma, nomor 47, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiara Condong, Kota Bandung, hangus terbakar dilalap api, Rabu (14/12) siang. Insiden kebakaran tersebut diduga karena korsleting listrik.


Pantauan Radar Bandung di lokasi, atap bangunan masjid dan tujuh kamar yang dihuni pekerja pabrik kerupuk hangus tidak tersisa. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena masjid dalam kondisi kosong serta tujuh kamar sedang ditinggal pekerja yang berjualan kerupuk.

Salah seorang saksi, Harfan (50) mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, saat itu dirinya berada tepat di depan Masjid Siti Khodijah bersama rekannya yang usai menjalankannya shalat dzuhur. Tak berselang lama, sekitar pukul 12.05 ia melihat asap mengepul di atap masjid dibarengi kobaran api, sontak diapun langsung berteriak memberitahu warga lainnya.

“Saya heran kok ada asap dan langsung kaget api tiba-tiba muncul. Untung di dalam masjid tidak ada orang,” ucap Herfan kepada wartwan, Rabu (14/12).

Herfan melanjutkan, setelah mengetahui atap masjid terbakar dia bersama rekannya langsung mencari ember untuk memadamkan api. Namun, karena peralatan seadanya api bukannya padam malah semakin membesar. Herfan mencoba lari ke arah kiri masjid untuk melihat kondisi sekeliling, tapi dirinya terperangah ketika melihat kobaran api lebih besar sudah membakar kamar-kamar milik pekerja pabrik kerupuk.

“Jadi kamar-kamar pekerja pabrik kerupuk nempel dengan bangunan masjid, mungkin awal terjadi kebakaran dari sini (kamar,red) karena sudah hangus duluan kemudian merembet ke atap masjid,” terangnya.

Saksi lainnya, Dede Rokandat (28), seorang buruh bangunan menuturkan, sekitar pukul 11.50 WIB dia melihat kepulan asap mengarah ke bangunan hotel tempatnya bekerja. Saat itu ia menganggap asap tersebut berasal dari kebiasaan warga membakar sampah.

“Saya bekerja di proyek pembangunan hotel tepat di belakang masjid, sekitar pukul 12 kurang ada asap mengarah ke hotel, saya kira asap dari bakar sampah,” imbuhnya.

Dede menyebut, sekitar pukul 12.10 WIB karena kepulan asap semakin pekat dia penasaran dan melihat ke arah masjid, dimana posisi Dede berada di lantai dua hotel dan secara bebas melihat ke bawah.

“Pas saya lihat api sudah membesar dari kanan masjid (mess karyawan kerupuk, red) kemudian merembet ke atap masjid,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang karyawan pabrik kerupuk mekar sari, Idi Sahidi (50), warga Desa Citeruep, RT 11/ RW 03, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis mengaku, pasrah atas kebakaran yang menghanguskan kamarnya.

“Ya saya masih beruntung tidak di dalam kamar, kerugian hanya baju, celana dan uang sebesar Rp 500 ribu hasil penjualan kerupuk,” jelasnya.

Idi menyebut, dirinya tidak tahu menahu awal kejadian kebakaran. Padahal, kata Didi sekitar pukul 11.50 WIB dirinya sedang menghitung uang hasil dagangan kerupuk bersama rekan kerja lainnya di ruang tengah mess.

“Saya tidak tahu ada kepulan asap yang berasal dari bedeng kamar ataupun atap masjid, tiba-tiba warga masuk dan memberitahu ada kebakaran tanpa melihat ke kamar saya langsung keluar ternyata benar atap masjid terbakar ketika kembali ke dalam api di kamar-kamar sudah lebih besar,” ujarnya.

Idi menyebut, pihaknya tidak bisa berbuat banyak atas insiden kebakaran tersebut.

“Kalau tau ada kebakaran saya pasti beres-beres barang termasuk uang. Tapi sekarang mau bagaimana lagi, sudah terjadi,” ujar Idi.

Kobaran apipun dapat dipadamkan sekitar pukul 13.00 WIB setelah petugas pemadam kebarakan Kota Bandung datang sekitar pukul 12.15 WIB. tandasnya.(arh)

Loading...

loading...

Feeds