Duh… Buku SD Ini Kisahkan Cewek Cantik Diperkosa sampai Tewas

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Buku mata pelajaran Bahasa Sunda untuk murid SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Bogor, Jawa Barat diprotes orang tua murid. Pasalnya, buku Bahasa Sunda tersebut menampilkan dongeng tentang pemerkosaan cewek cantik hingga tewas.


Cerita pemerkosaan wanita cantik itu bahkan menjadi salah satu soal dalam ujian akhir semester ganjil Madrasah Ibtidaiyah tahun pelajaran 2016-2017.

Dalam ujian tersebut, terdapat sebuah wacana berjudul ‘Sasakala Cieunteung.’ Para murid diajak memahami wacana tersebut agar bisa menjawab soal-soal pilihan ganda.

bu-sd-porno

buku SD porno

Dalam wacana berbahasa Sunda itu diceritakan bahwa pada zaman dahulu, di daerah Kabupaten Sumedang, tepatnya sekarang wilayah Darmaraja, ada satu tempat yang belum memiliki nama. Namun di tempat tersebut, ada seorang gadis yang sangat cantik. Hidungnya mancung, jidat licin, kulit sangat mulus, ibarat kata ‘kalau ada benda nempel pun pasti terlihat jelas’.

“Kok gak bisa diajak damai cewek ini. Buat saya mah, gak mungkin kalau ada perempuan yang saya suka harus nolak. Sekarang mah suka tidak suka, kamu harus menuruti keinginan saya,” tegas seorang pemuda kepada si gadis cantik itu.
Buku SD memuat dongeng pemerkosaan dan pembunuhan sadis diprotes orang tua murid. Istimewa
Pemuda itu kemudian mencengkram dan memegang tangan wanita cantik bernama Nyimas itu sambil terus memeluk dan menyeret tubuhnya ke tempat sepi. Selanjutnya Nyimas diperkosa.

Nyimas berteriak minta tolong, tapi si pemuda tak menghiraukan. Si pemuda malah semakin beringas. Ia tak hanya memperkosa wanita cantik itu, tapi juga membunuhnya dengan sadis.

Pemuda itu lalu pergi meninggalkan si cewek cantik itu dalam kondisi berlumuran darah. Jenazah Nyimas baru ditemukan oleh petani yang hendak ke sawah keesokan harinya.

Cerita pemerkosaan dan pembunuhan sadis terhadap cewek cantik dalam wacana tersebut menuai protes dari sejumlah orang tua murid.

“Cerita dewasa seperti ini mah tidak layak jadi bahan pelajaran di SD. Apa tidak ada lagi cerita lain yang lebih bagus. Kami sangat menyesalkan cerita begini jadi bahan pelajaran di sekolah,” ujar orang tua murid, Dadang Iskandar (36).

Warga Kecamatan Bogor Barat ini meminta Dinas Pendidikan menarik buku Bahasa Sunda kelas V tersebut dari sekolah. Sebab, cerita dalam buku pelajan itu bukannya mendidik, tapi malah menyesatkan.

“Kalau bisa mah kita minta dinas menarik buku ini. Kasihan anak-anak disuguhi cerita seperti begitu,” tandas Dadang.

(one/pojoksatu)

Loading...

loading...

Feeds

Ajak Masyarakat Pelihara Budaya Sunda

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mendukung penuh program “Saur Sepuh” yang diinisiasi oleh PGRI Kota …

Kerugian Bencana Capai Rp816 Juta

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI — Selama Januari hingga Februari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat terdapat 23 kejadian bencana. …

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …