Pembangunan Trotoar Jalan Sudirman Bandung Melanggar Aturan

peninjauan proyek pembangunan trotoar Jalan Sudirman Bandung. (asep rahmat)

peninjauan proyek pembangunan trotoar Jalan Sudirman Bandung. (asep rahmat)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Proyek pembangunan trotoar di Jalan Jendral Sudirman Kota Bandung mendapat kritikan dari DPRD Kota Bandung. Pasalnya, selain pembangunan trotoar mengakibatkan kemacetan juga ditemukan pelebaran trotoar 2,5 meter yang dinilai melanggar Peraturan Walikota (Perwal) nomor 1005/ 2014.


Perlu diketahui, pembangunan trotoar di Jalan Soedirman yang mencakup Jalan Otto Iskandardinata (Otista) sampai Gardujati yang panjangnya 630 meter telah mengalami pelebaran beberapa meter, selain itu dibeberapa tempat ada tambahan ‘pulau trotoar’ selebar 2,5 meter. Imbasnya, di beberapa titik lebar jalan yang semula 14 meter menjadi 7,9 meter.

Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Folmer Silalahi mempertanyakan, adanya penambahan lebar trotoar bahkan di beberapa bagian posisinya lebih maju hampir ke tengah jalan (pulau trotoar).

“Kami akan minta konfirmasi kepada tim perencana atau forum kota atau mungkin pada konsultan perencananya terkait dengan konsep,” ucap folmer saat Inpeksi mendadak (Sidak) di sepanjang Jalan Soedirman Kota Bandung, Jumat (9/12).

Folmer mengatakan, sejatinya pelebaran trotoar harus dipertanyakan maksud dan tujuannya untuk apa, apakah memang berkonsep kawasan wisata kuliner pada malam hari atau hanya kawasan perdagangan yang hanya aktif disiang hari. Pasalnya, kata dia, Jalan Sudirman merupakan kawasan yang terkenal dengan pusat bisnis yang sangat padat.

“Harus jelas. Kita tahu setiap pembangunan fisik di Kota Bandung harus punya konsep perencanaan, apakah sudah sesuai peraturan tentang (RDTR),” tegasnya.

Folmer melanjutkan, pelebaran trotoar juga harus melihat ketersediaan lahan parkir kendaraan sesuai dengan Perwal 1005/2014, salah satu isinya mengatur lahan parkir di sebelah kiri dan tidak diperkenankan di sebelah kanan. Akan tetapi,
kenyataan dilapangan begitu bertolak belakang.

“Setahu saya parkir di bahu Jalan Sudirman hanya satu sisi, kiri saja, tapi ini kanan kiri ada kantung parkir. Andai kata terus dipaksakan akan timbul persoalan karena bisa dipastikan parkir disembarang jalan pasti ilegal, karena Perwalnya belum direvisi,” terangnya.

Dengan temuan tersebut, lanjut Folmer, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung, pelaksana proyek, atau konsultan perencana dan dinas terkait lainnya untuk menggelar rapat kerja lanjutan.

“Ini harus segera dibahas agar bisa selesai sesuai ketentuan dan tepat waktu, karena kontraktor kerjanya dibatasi hingga bulan ini (Desember 2016), kalau meleset dari target mereka akan dikenakan denda karena keterlambatan, bahkan perusahaan di blacklist,” ungkapnya.

Dipihak lain, Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan dan Pemeliharaan Kebinamargaan DBMP Kota Bandung, Herdis Bekti menjelaskan, pelebaran trotoar semata untuk kenyamanan pejalan kaki.

“Jadi nanti akan ditambah tiang Penerangan Jalan Umum (PJU), tempat duduk, dan tempat sampah seperti di Jalan Riau Kota Bandung,” tuturnya.

Disinggung apakah pembangunan trotoar melanggar Perwal 1005/ 2014, Herdis tidak bisa berkata banyak. Menurut dia, terkait pelebaran dan lahan parkir pihaknya harus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung.

“Kalau hanya untuk parkir mobil nanti tidak ke samping tapi lurus sedangkan motor tetap ke samping,” tandasnya.(arh)

Loading...

loading...

Feeds