Pussenif TNI AD Tambah Alutsista Tempur

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Guna memperkuat pertahanan militer di garis terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) Kodiklat TNI AD akan menambah beberapa Alutsista tempur yang bisa digunakan oleh pasukan Infanteri.


Komandan Pussenif Kodiklat TNI AD Mayor Jendral TNI, Surawahadi mengatakan, pihaknya ingin membangun satu kekuatan baru setiap Infanteri. Bila dulu Infanteri hanya pasukan yang berjalan kaki, tapi nanti akan dilengkapi kendaraan tempur (ranpur) M113A1, tank Marder, Anoa dan Rantis Komodo.

“Jadi ada tank bukan hanya di darat akan ada tambahan tank yang bisa lintas peraiaran, dan senjata pendukung lainnya,” ucapnya kepada wartawan saat menghadiri acar Korps Infanteri di Pudiskif Kodiklat TNI AD, Jalan Supratman, Kota Bandung, Rabu (7/12).

Surawahadi mengungkapkan, penambahan alat tempur tersebut memang di desain untuk satuan Infanteri di daerah khususnya kawasan peraiaran. Tujuannya, untuk menghadapi segala kemungkinan ancaman bahaya di garis terdepan NKRI.

“Kami dituntut harus bisa mengatasi semua ancaman,” kata dia.

Lebih lanjut, Surawahadi menjelaskan, dilihat dari kekuatan senjata tempur yang ada saat ini, pihaknya menyadari setiap tahunnya sudah semakin membaik terlebih didukung produksi dalam negeri seperti PT. Pindad dan perusahaan lain.

“Saya yakin, bukan hanya bisa bersaing di Asia saja, senjata kita ini sudah dikenal dunia,” ungkapnya.

Surawahadi melanjutkan, hal itu terbukti ketika dirinya menjabat sebagai Komandan Kontingen PBB 2006-2007 dan wakil pasukan gabungan PBB 2009-2010. Kala itu, Surawahadi merasa bangga produk dalam negeri bisa diakui dunia.

“Senjata kita diakui di PBB. Negara-negara Erora juga heran dengan senjata-senjata kita. Jujur di PBB Indonesia sulit di kalahkan,” terangnya.

Perihal kebutuhan persenjataan, Surawahadi menyebut, semua dilakukan oleh bidang perencanaan dan sudah dianggarkan serta di ajukan.

“Sedang kita susun dan update serta validasi,” imbuhnya.

Surawahadi menjelaskan, selain tambahan senjata, piranti lunak tidak bisa dilepaskan dari bagian sistem perbaikan tempur seperti mengatur taktik dan teknik. Pasalnya, kata dia, melihat sistem peperangan saat ini pihaknya menilai sudah tidak teratur lagi seperti dulu.

“Dulu bisa menembak dari jarak 4-5 kilometer, sekarang bisa puluhan dan ratuan kilometer. Itu taktik piranti lunak yang harus disempurnakan agar lebih baik lagi,” tandasnya.(arh)

Loading...

loading...

Feeds

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …

Gandeng LBH Gerakan Pemuda Anshor

POJOKBANDUNG.com, CIMANGGUNG – Untuk melindungi warga karang taruna dan masyarakat Cimanggung yang berurusan dengan masalah hukum, Forum Pengurus Karang Taruna …