Gempa Aceh: 24 Meninggal, Termasuk 7 Anak-anak, 112 Luka-Luka

POJOKBANDUNG.com, ACEH–Informasi terbaru pasca gempa Aceh, dilaporkan 24 orang meninggal dunia di Kabupaten Pidie Jaya akibat gempa berkekuatan 6,5 SR itu. Termasuk diantaranya tujuh anak-anak. Sementara 122 warga lainnya di daerah itu terdata mengalami luka-luka dan sudah mendapat perawatan, seperti dilaporkan dari RSUD Pijay.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, Puteh Manaf menyebutkan bahwa selain para korban tewas dan luka-luka, terdapat belasan warga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

“Korban meninggal bisa saja bertambah karena data masih terus masuk ke posko dari beberapa kecamatan,” kata Puteh dikutip dari Acehkita.
Puteh menambahkan, para korban meninggal dunia diketahui dari pendataan di lapangan dan laporan dari sejumlah kecamatan yang ada di Pidie Jaya.

“Banyak bangunan, terutama rumah toko, di sepanjang jalan nasional Banda Aceh dan Medan, roboh. Belasan warga terkurung di bawah reruntuhan bangunan,” jelasnya.

Wakil Bupatei Pidie Jaya, Said Mulyadi, Wakil Bupati Pidie Jaya mengatakan bahwa para korban meninggal umumnya akibat reruntuhan rumah toko.

Sementara para korban luka sudah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Meureudu dan Rumah Sakit Umum Sigli di Pidie — kabupaten tetangga Pidie Jaya.

“Korban tidak lagi ditangani di dalam, tapi di luar, karena dikhawartirkan gempa susulan,” katanya.

Said menyatakan bahwa RS Meureudu di Pidie Jaya sangat membutuhkan tenaga medis, terutama ahli bedah tulang karena banyak korban mengalami luka patah tulang akibat tertimpa bangunan yang runtuh.
“Sejauh ini tenaga medis yang ada sudah kewalahan menangani korban,” ujarnya.

Said memperkirakan korban luka-luka akan terus bertambah, karena proses evakuasi masih terus dilakukan

“Kita sedang menunggu kedatangan tenaga medis dari Banda Aceh, Bireuen, dan juga dari Benar Meriah,” katanya.

Proses evakuasi para korban, menurut Said, terkendala ketersediaan alat berat untuk menggali reruntuhan bangunan yang ambruk.

Tim gabungan hingga saat ini masih mencoba mengevakuasi dua warga Teupin Raya, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, yang tertimbun reruntuhan bangunan rumahnya.

Kedua warga itu diketahui bernama Jailani Muhammad (48) dan istrinya Saidah (45). Rumah berlantai tiga rata dengan tanah.

Empat alat berat dikerah untuk membantu pencarian kedua korban. Tim baru saja membongkar kamar di lantai dasar. Namun, kedua korban belum terlihat.

“Kemungkinan saat kejadian, mereka tengah berlari ke luar untuk menyelamatkan diri, makanya tidak ada dalam kamar,” ujar seorang warga.

Hingga kini proses pencarian masih berlanjut. Rumah itu tepat berada di pinggir lintas nasional Medan – Banda Aceh. Kemacetan panjang terjadi di titik reruntuhan rumah. Karena banyaknya warga yang melihat proses pencarian.

Seperti diketahui bahwa gempa berkekuatan 6,5 SR menngguncang Aceh sekitar pukul 05:03 Wib. Akibatnya warga berhamburan keluar rumah akibat gempa yang dirasakan guncangannya hingga ke beberapa daerah di Aceh.

(ak/fat)

Loading...

loading...

Feeds

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …