Itoc Tochija dan Atty Suharti Dikenal Tertutup, Begini Komentar Tetangganya

rumah kediaman pasangan Itoch dan Atty Suharti di Bandung. (rian)

rumah kediaman pasangan Itoch dan Atty Suharti di Bandung. (rian)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG--Walikota Cimahi nonaktif Hj Atty Suharti bersama suaminya, Itoc Tochija dijemput tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kediamannya, Jalan Sari Asih IV No. 16 Kecamatan Sukasari Kota Bandung, Kamis (1/12) malam.


Begitu terkena operasi tangkap tangan (OTT), pasangan Atty dan Itoch langsung diboyong ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan.

Belakangan diperoleh kabar, Itoch dan sang istri, Hj Atty yang maju dalam Pilkada Kota Cimahi 2017 nanti itu, menjadi tersangka dalam kasus suap pembangunan Pasar Atas Baru, Kota Cimahi.

Bagaimana sosok Atty dan Itoch di mata orang-orang terdekatnya? berikut komentar mereka;

Ketua RT setempat Rony Rohyani mengaku tidak mengenal baik Itoc Tochija dan Atty Suharti. Keduanya, menurut Rony, sangat tertutup dalam kesehariannya. Keduanya pun tidak terdaftar sebagai warga setempat.

“Mereka tidak terdaftar sebagai warga sini, kan warga Cimahi. Untuk kegiatan apapun Pak Itoc tertutup,” ungkap Rony yang menjabat sebagai ketua RT dua tahun lalu itu.

Menurutnya, warga sekitar jarang melihat sosok Atty dan Itoc secara langsung. Jika ada kegiatan, keluarga Atty pun jarang memberikan keterangan.

“Kalau ketemu secara fisik jarang. Kegiatan juga jarang memberi tahu. Paling juga ikutan kalau ngasih sumbangan,” kata Rony.

Luas areal lahan rumah Atty, terang Rony, ditaksir mencapai satu hektare. Di dalam areal itu, terdapat setidaknya tiga bangunan rumah yang berdiri kokoh.

Sementara, Ketua Tim Sukses Asep Hadad Didjaya dan Irma Indriyani, Edi Kanedi mengutarakan, kasus yang menjerat Walikota Cimahi nonaktif Atty Suharti dan suaminya Itoc Tochija bisa menurunkan kepercayaan publik dalam proses Pilkada serentak Kota Cimahi 2017.

Hanya saja, menurutnya, sekalipun tersandung persoalan hukum, pihaknya tetap menganggap pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 sebagai rival terberatnya. Mereka, ungkapnya, tetap akan mempunyai kekuatan.

“Mereka akan tetap kuat dan kami mengakui itu. Tapi, jika sudah terjadi seperti ini. Mudah-mudahan masyarakat bisa lebih melek dalam memilih calon pemimpinnya,” ujar Edi kepada Radar Bandung, kemarin.

Dengan adanya peristiwa yang juga cukup mencengangkan masyarakat Kota Cimahi ini, pihaknya merasa terpukul. Pasalnya, Atty merupakan sosok yang dikenal masyarakat sebagai pemimpin di kota dengan tiga kecamatan itu.

“Bukan hanya DPRD, tapi masyarakat pun akan merasa malu,” katanya.

Sementara itu, Ketua timses Ajay M Priyatna – Ngatiyana, Denta Irawan mengatakan, pihaknya merasa tidak ada yang berubah meskipun Atty telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Menurutnya, sejak awal pihaknya sudah menghitung kekuatan dalam Pilkada Cimahi dan tetap akan fokus dengan tim pemenangannya alias tidak memikirkan keuntungan apapun dari kasus yang menimpa kubu pasangan lawan.

“Dan kami yakin untuk memenangkan Pilkada Cimahi 2017,” ujar Denta, kemarin.

Sebelumnya, KPU menyatakan Atty Suharti- Achmad Zulkarnain tetap sebagai calon dalam Pilkada Cimahi. “Tentunya dengan masih komplitnya peserta Pilkada Cimahi ini saya tidak merasa diuntungkan, apalagi mengambil keuntungan. Kita fair saja,” pungkasnya. (cr7/caf)

Loading...

loading...

Feeds

Belajar Madu di Kedai Lebah

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi …