Walikota Cimahi dan Suami Resmi Tersangka Kasus Suap

Atty Suharti dan Itoc Tochija. Foto: IST

Atty Suharti dan Itoc Tochija. Foto: IST

POJOKBANDUNG.COM, CIMAHI- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Walikota Cimahi Atty Suharti Tochija beserta suaminya Itoc Tochija sebagai tersangka.


Pasangan suami istri orang nomor satu di Kota Cimahi itu ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari pengusaha Triswara Dhani Brata dan Hendriza Soleh Gunadi terkait proyek pembangunan Pasar Atas Cimahi (PAC). Keduanya yang berprofesi sebagai dosen, juga dijadikan tersangka oleh KPK.

Setelah melakukan ekspose diputuskan meningkatkan status ke penyidikan dengan menetapkan empat tersangka yakni AST, MIT, TDB dan HSG,” üngkap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jumat (2/12) malam WIB.

Menurutnya, tangkap tangan yang berhasil dilakukan pihaknya karena ada penyelidikan. Basaria menjelaskan, KPK awalnya mengamankan tujuh orang pada Kamis (1/12)  malam.

Tujuh orang itu di antaranya Asty, Itoc yang juga mantan wali kota Cimahi dua periode, pengusaha Triswara dan Hendriza. Kemudian dua sopir dan satu ajudan Atty.

“Dari penyelidikan yang dilakukan tim, mereka diduga memberikan sesuatu kepada walikota,” sebut Basaria.

Basaria mengatakan, dalam bukti yang dimiliki KPK, Itoc aktif berkomunikasi dengan TDB dan HSG. Lanjut Basaria, saat mengamankan Triswata dan Hendriza, penyidik mengamankan buku tabungan yang ada penarikan uang Rp500 juta.

“Dari pengakuan TDB dan HSG diberikan kepada MIT. Ini berkaitan ijon proyek Pasar Atas Cimahi,” kata dia.

Saat ini, Pasar Atas Cimahi masih dalam pembangunan. Bahkan pembangunan tahap dua pada 2017 nanti menelan dana Rp57 miliar.

“Dari kesepakatan MIT, TDB dan SHG serta ATS Ibu Wali Kota sekarang bisa menerima Rp 6 miliar. Itu kesepakatan agar TDB dan HSG mendapatkan proyek Pasar Atas Cimahi,” kata dia.

Atas perbuatannya, Itoc dan Atty disangka melanggar pasal 12 a atau pasal 11 UU Tipikor juncto pasal 54 ayat 1 kesatu KUHP. Sedangkan Triswara dan Hendriza disangka melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Sebelumnya, Walikota Cimahi nonaktif Atty Suharti Tochija ditangkap KPK, Kamis (1/12) malam. Atty dikabarkan sudah sempat diperiksa KPK di Markas Polda Jawa Barat. Atty dan sejumlah pihak yang ditangkap komisi antirasuah dibawa menuju gedung KPK di Setiabudi, Jakarta Selatan.(gun/ca/rmo)

Loading...

loading...

Feeds

Ada Efek Pegal-pegal dan Ngantuk

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Setelah disuntik vaksin, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana tidak berencana melakukan kegiatan yang terlalu berat. “Setelah …

Dinas Lingkungan Hidup Usulkan Perda TPU

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tempat Pemakaman Umum (TPU) …

Pemkab Belum Ada Rencana Perbaikan

POJOKBANDUNG.com, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, belum ada rencana untuk memperbaiki bangunan sekolah rusak yang terdampak banjir. Kepala Dinas …

Jembatan Cisokan Tak Kunjung Diperbaiki

POJOKBANDUNG.com, CIANJUR – Sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Cibanggala dengan pusat pemerintahan Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur ambruk diterjang air Sungai …

Kades Merem Melek, Takut Jarum Suntik

POJOKBANDUNG.com, TANJUNGSARI  – Lantaran belum pernah merasakan disuntik sejak 58 tahun. Kepala Desa Kutamandiri Caca Suryana menutup wajahnya dengan menggunakan …

147 Orang Akan di Test Swab

POJOKBANDUNG.com, PARONGPONG – Berdasarkan hasil tracing Puskesmas Ciwaruga terhadap kontak erat jamaah ziarah yang terpapar COVID-19 di Kampung Pangkalan RW …

Harapan Ekonomi di Tangan Petani

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Ditengah situasi pandemi Covid 19, program 5.000 petani milenial yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan …