E-KTP Anti Maling Lima Menit Sensor Tak Merespon Alarm Berbunyi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Siapa sangka e-KTP bisa dijadikan kunci pintu rumah. e-KTP cukup ditempelkan pada alat sensor bisa dijadikan alternatif keamanan saat rumah ditinggalkan sang penghuni. Bila saat ditempelkan selain e-KTP pemilik rumah, alarm akan berbunyi menandakan datang tamu yang tidak diundang “maling”.
ASEP RAHMAT/ RADAR BANDUNG
PAGI itu sekitar pukul 11.00 WIB di SMK Negeri 2, Jalan Ciliwung, Kota Bandung terdengar suara alam begitu keras. Aneh, pukul 11.00 WIB merupakan jam belajar kenapa alam sudah berbunyi ?. Padahal, waktu istirahat sudah lewat dan waktu belajar-pun seharunya masih berjalan.
Ternyata, dering alarm tersebut berpusat di sudut kanan ruangan SMK N 2 Bandung. Suaranya keluar dari papan berbentuk ‘pintu mini’ berukuran kurang lebih satu kali dua meter berwarna coklat yang dipasang komponen perangkat keras dan lunak yang sedang dioperasikan dan didemonstrasikan oleh dua siswa yaitu, Wildan Pangestu (18) dan Ajizah Fatonah (18).
Ya’ mereka adalah siswa dan siswi SMK N 2 Bandung yang sudah menjuarai Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) SMK 2016 dintingkat nasional, 19-25 September lalu. Ternyata alarm tadi adalah karya meraka yang diberi nama ‘Kunci Rumahku Pakai e-KTP’. Karya Wildan dan Ajizah teesebut adalah besutan dari proyek Karya Ilmiah Remaja dan Robotika (KIRR) SMK Negeri 2 Kota Bandung.
Wildan yang bertubuh sedikit tambun nampak mahir mengoperasionalkan ‘Kunci Rumahku Pakai e-KTP’. Menurutnya, alat tersebut dibuat dari berbagai komponen software sederhana yang didapat di internet secara bebas serta perangkat kerasnya-pun mudah ditemui di pasaran. Satu diantaranya perangkat keras bernama Arduino Uno yang menjadi otak dari teknologi tersebut.
“Pemakaian alat ini cukup simple, e-KTP ditempelkan pada sensor sebagai pengganti kunci manual. Biayanya pun kami habiskan berkisar Rp 580 ribu,” tuturnya kepada Radar Bandung, Selasa (22/11).
Secara teknis cara kerja alat ‘Kunci Rumahku Pakai E-KTP’ memang cukup mudah, tinggal ditempelkan pada alat sensor yang ukuranya tidak lebih besar dua jari orang dewasa yang sebelumnya dipasang di depan pintu dan kunci otomatis dipasang di balik pintu. Kemudian pintu bisa dibuka.
Sebelum semua bisa berfungsi, e-KTP harus terlebih dulu diprogram melalui komputer dan batasan e-KTP nya bisa sampai 20 keping. Setelah e-KTP di program maka akan muncul angka dari chip e-KTP dan itu yang dijadikan protektor atau pendeteksi mana e-KTP pemilik rumah (e-KTP yang sudah di program, red) dan mana yang bukan.
Bila e-KTP di tempel pada sensor dan tidak muncul nama atau kode angka tadi maka dalam beberapa menit kemudian akan berbunyi alarm artinya dipastikan itu bukanlah e-KTP pemilik rumah karena tidak terdaftar sebelumnya.
“Kalau e-KTP yang terdaftar atau sudah di program pintu itu bisa dibuka. Tapi bila tidak terdaftar, akses disensor akan menolak dan alarm langsung berbunyi,” ujar Wildan siswa jurusan teknik permesianan SMK N 2 Bandung.
“Kalaupun bila e-KTP pemilik rumah hilang, gampang’ segera program ulang, andai kata ada pencuri yang menggunakan e-KTP itu maka tidak akan berfungsi dan alarm pasti berbunyi,” imbuhnya.
Selain Wildan, alat ‘Kunci Rumahku Pakai E-KTP’ melibatkan campur tangan terampil dan otak cerdas siswi jurusan Teknik Komputer Jaringan SMK N 2 Bandung, Ajizah.
Ia bercerita, sebelum alat tersebut bisa dipublikasikan dan ikut dilombakan banyak hambatan dan tantangan yang dilalui. Mulai dari waktu yang memepet, komponen software yang dibutuhkan tidak lengkap, alatnya banyak yang eror bahkan programnyapun masih rumit.
Baik Ajizah ataupun Wildan tidak patah arang, keduanya didampingi guru pembimbing yang menjadi motivator ketika sang murid sudah lelah dan putus semangat. Singkat cerita Wildan dan Ajizah ataupun teman-teman SMK N 2 Bandung terus belajar dan tidak malu untuk membuka buku dan membantu.
“Kami sampai gadang dan tidur disekolah juga. Alhamdulillah beragam tantangan itu kami hadapi bersama dan akhirnya bisa menyingkirkan 800 karya siswa SMK lain di lomba kemarin,” ujar Ajizah anak tunggal dari dua bersaudara itu.
Ajizah mengulas kembali, ada satu momen yang yang tidak akan dilupakan yaitu ketika memasuki tiga besar di Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) SMK 2016 dintingkat nasional, ternyata ‘Kunci Rumahku Pakai E-KTP’ malah eror. Programnya kacau, alarmnya tidak bunyi alatnya mati dikarenakan ada satu kabel yang putus akibat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain dan kondisi saat itu tengah hujan.
“Deg-degan pasti, karena dimoment tiga besar malah eror, bingung juga persentasenya bagaimana. Tapi pada akhirnya juri memaklumi dan mengetahui penyebabnya karena sebelumnya juga sudah kami demontrasikan dan persentasekan,” paparnya.
Kini baik Wildan maupun Ajijah akan terus mengembangkan alat ciptaanya tersebut karena mereka meyakini masih banyak yang harus diperbaiki mulai dari ke stabilkan arus listrik juga tingkat keamanan akan terus dikembangkan meskipun mereka sadari 98 persen alat tersebut sudah dinyatakan aman.
Sementata itu, Guru pembimbing ekstrakulikuler Karya Ilmiah Remaja dan Robotika (KIRR) SMK Negeri 2 Kota Bandung,  Agus Hendrik Rivai menjelaskan, pihaknya akan terus mendampingi para siswa dalam hal pengembangan ‘Kunci Rumahku Pakai E-KTP’ agar kelak ketika disebarluaskan di masyarakat umum bisa lebih maksimal dan simpel digunakan.
“Kalau dalam waktu dekat pasti agak repot karena anak-anak juga sedang menghadapi ujian jadi waktunya susah juga. Paling secara bertahap membenahi segala kekurangan seperti indikator bateri bila sedang mati lampu agar tahan lama bagaimana dan aspek lainnya sehingga saat ketika nanti disebarluaskan bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat,” tandasnya.(*)


Loading...

loading...

Feeds

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …